Sumbawa, Integritasnews.my.id — Kabar strategis dan membanggakan datang untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Sumbawa. Satuan Pendidikan (SATDIK) TNI Angkatan Laut di bawah Komando Pendidikan dan Latihan TNI AL (KODIKLATAL) direncanakan akan segera hadir di Kabupaten Sumbawa.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar dalam pemerataan akses pendidikan militer, sekaligus menjadi momentum emas bagi putra-putri daerah untuk mengabdi sebagai prajurit TNI Angkatan Laut tanpa harus jauh ke luar daerah.
Tokoh masyarakat Pulau Sumbawa sekaligus Ketua Komunitas Bruga Nijang, Dedi Kevin Molajake, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara eksklusif bersama Integritasnews.my.id, Rabu (11/2/2026).
Menurut Dedi Kevin, rencana strategis ini bukan sekadar wacana, melainkan hasil komunikasi langsung dengan pimpinan tertinggi pendidikan TNI AL.
“Berdasarkan komunikasi langsung kami dengan Komandan KODIKLATAL Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr. (Han) pada Selasa malam (10/2/2026), serta komunikasi dengan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Alhamdulillah semuanya merespons sangat positif rencana ini,” ungkap Dedi Kevin.
Melengkapi Pembangunan Batalyon Infanteri 16 Marinir
Kehadiran SATDIK di Sumbawa akan melengkapi rencana pembangunan Batalyon Infanteri 16 Marinir yang sebelumnya telah digagas. Kombinasi dua institusi strategis ini diyakini akan menjadikan Sumbawa sebagai salah satu simpul pertahanan penting di Indonesia bagian tengah.
Dedi Kevin menegaskan, pembangunan SATDIK bukan sekadar pembangunan fisik atau infrastruktur militer, melainkan “jembatan emas” bagi generasi muda daerah.
“Kami membawa institusi ini khusus untuk kampung halaman tercinta. Keuntungannya jelas, peluang pemuda lokal untuk bergabung menjadi prajurit TNI AL akan semakin besar dan terbuka,” tegasnya.
Memangkas Jarak, Membuka Akses, Menguatkan Representasi Daerah
Selama ini, pusat pendidikan Bintara dan Tamtama TNI AL terpusat di Surabaya di bawah kendali KODIKLATAL. Dengan hadirnya SATDIK di Sumbawa, akses pendidikan dasar militer bagi masyarakat Indonesia bagian tengah akan jauh lebih mudah dan efisien.
Putra-putri NTB dan wilayah sekitarnya akan lebih dekat dengan:
Informasi resmi dan teknis pendaftaran TNI AL
Proses seleksi dan pembinaan awal
Pendidikan Dasar Bintara (DIKMABA)
Pendidikan Dasar Tamtama (DIKMATA)
Langkah ini juga diharapkan mampu menekan biaya akomodasi seleksi yang selama ini menjadi tantangan bagi sebagian calon peserta dari daerah.
Dampak Ekonomi: Ribuan Personel, Perputaran Ekonomi Lokal Meningkat
Tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan, kehadiran SATDIK juga diproyeksikan memberi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dedi Kevin memaparkan sejumlah potensi dampak ekonomi:
Ribuan peserta didik setiap tahun akan menjalani pendidikan di Sumbawa, ditambah personel organik SATDIK.
Setiap bulan akan terjadi perputaran ekonomi dari kebutuhan konsumsi, akomodasi, jasa, hingga sektor UMKM lokal.
Aktivitas militer dan pendidikan akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
“Bayangkan saja, ribuan orang akan membelanjakan kebutuhan dasarnya di Sumbawa setiap bulan. Ini tentu menjadi pengungkit ekonomi daerah,” jelasnya.
Sistem Pendidikan dan Pembentukan Prajurit Profesional
Rencananya, pendidikan di SATDIK Sumbawa akan mencakup:
Pendidikan Dasar Militer (penggemblengan fisik, mental, dan disiplin)
Pendidikan Kejuruan meliputi Korps Pelaut, Suplai, Teknik, Elektro, Kesehatan, Hukum, hingga Korps Marinir
Durasi pendidikan diperkirakan berlangsung sekitar 5–6 bulan, dengan kemungkinan 2 hingga 3 gelombang setiap tahun.
Setelah lulus, peserta akan menyandang pangkat resmi:
Lulusan DIKMABA: berpangkat Sersan Dua (Serda), dengan fokus pada kepemimpinan dan manajerial tim.
Lulusan DIKMATA: berpangkat Kelasi Dua atau Prajurit Dua (Prada), dengan fokus pada keterampilan tempur dan teknis lapangan.
Dengan sistem ini, SATDIK Sumbawa diharapkan mampu mencetak prajurit TNI AL yang profesional, tangguh, dan berintegritas tinggi.
Investasi Strategis bagi Generasi Muda NTB
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, kehadiran SATDIK di Sumbawa disebut sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda NTB.
“Kita ingin melihat lebih banyak anak-anak daerah kita yang berdiri tegak menjaga kedaulatan laut Indonesia,” pungkas Dedi Kevin.
Jika rencana ini terealisasi, Pulau Sumbawa tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga menjadi kawah candradimuka lahirnya prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut yang siap menjaga kedaulatan maritim Nusantara.
Pewarta: Thimotius Andrianto
Media: Integritasnews.my.id
Dedi Kevin Molajake bersama Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr. (Han)
