Www Integritasnews.my.id
Surabaya - Dalam suasana penuh semangat dan euforia, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., MH, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada klub kebanggaan Kota Surabaya, Persebaya Surabaya, yang pada tahun ini genap berusia 98 tahun sejak reaktivasi resminya pada 2017.
Ucapan tersebut bukan sekadar formalitas institusional, tetapi juga cerminan kedekatan aparat keamanan dengan elemen masyarakat, khususnya pecinta sepak bola. Dalam pernyataannya, AKBP Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Persebaya bukan hanya klub sepak bola, tetapi simbol identitas, perjuangan, dan pemersatu warga Surabaya.
"Selamat ulang tahun yang ke-98 untuk Persebaya Surabaya. Kami dari jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengapresiasi eksistensi dan kontribusi besar Persebaya dalam membangun semangat sportivitas, kebersamaan, serta identitas kota yang kuat. Semoga Persebaya terus jaya, menjadi teladan dalam dunia olahraga, dan tetap menjaga nilai-nilai luhur dalam setiap pertandingan," ujar AKBP Wahyu dalam keterangannya kepada media pada Senin (17/6).
Pernyataan ini datang di tengah momentum penting, di mana atmosfer sepak bola nasional kembali menghangat dengan meningkatnya antusiasme suporter dan geliat kompetisi liga yang lebih sehat. Di usia mudanya pascareaktivasi, Persebaya telah menorehkan jejak prestasi yang tak sedikit, baik dari sisi pencapaian teknis di lapangan maupun kekuatan komunitas pendukungnya, Bonek dan Bonita, yang telah menjadi bagian integral dari kultur sosial kota.
Sebagai pucuk pimpinan kepolisian di kawasan strategis pelabuhan, AKBP Wahyu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi keamanan, klub sepak bola, dan elemen suporter dalam menjaga stabilitas sosial.
"Kami melihat sepak bola bukan hanya sebagai hiburan atau ajang kompetisi. Ini adalah ruang sosial yang sangat kuat dalam membentuk solidaritas dan kedewasaan warga, terutama generasi muda. Karena itu, kami berharap ke depan, Persebaya dapat terus mendorong nilai-nilai damai, mengedepankan fair play, dan menjadi pionir dalam gerakan suporter cerdas," tambahnya.
Polres Pelabuhan Tanjung Perak sendiri selama ini dikenal aktif membina komunikasi yang intensif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas suporter. Strategi pendekatan humanis dan preventif terus diupayakan agar suasana kondusif di kawasan pelabuhan yang juga menjadi titik vital arus ekonomi dan logistik tetap terjaga, bahkan ketika terjadi mobilisasi massa saat pertandingan berlangsung.
Dalam pantauan redaksi, ucapan dari Kapolres ini mendapat respons positif dari kalangan Bonek yang selama ini dikenal memiliki idealisme dan loyalitas tinggi. Tak sedikit di antara mereka yang mengapresiasi perhatian institusi keamanan terhadap eksistensi Persebaya sebagai entitas budaya urban.
Delapan tahun sejak kembalinya Persebaya ke panggung sepak bola nasional pascakonflik dualisme, klub ini telah melewati berbagai fase: dari perjuangan legalitas, reformasi manajemen, hingga membangun tim yang kompetitif. Kini, Persebaya menjadi salah satu kekuatan utama Liga 1 Indonesia, dengan reputasi kuat sebagai klub dengan basis pendukung paling militan dan berdedikasi.
Ucapan dan harapan dari sosok seperti AKBP Wahyu Hidayat bukan hanya penghormatan simbolik, tetapi juga bagian dari sinergi strategis antara negara dan rakyat dalam ruang-ruang sosial yang sarat makna. Sepak bola dalam konteks ini Persebaya bukan hanya olahraga, melainkan wajah lain dari harapan, identitas, dan perjuangan.
Selamat ulang tahun ke-98, Persebaya Surabaya.
Semoga semakin jaya, solid, dan menjadi inspirasi bagi seluruh klub di Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi semangat kompetisi yang sehat, sportif, dan berintegritas.
(Ifa)
