Soliditas Aksi Damai Sukomanunggal Menguat, Pemuda Pancasila Tunjukkan Disiplin dan Kekuatan Basis


WwwIntegritasnews my id

SURABAYA – Aksi damai yang digelar di Kecamatan Sukomanunggal, Senin (13/04/2026), menjadi momentum penting yang menunjukkan soliditas dan kedisiplinan kader Pemuda Pancasila (PP) se-Surabaya. Kehadiran hampir seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dalam aksi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kekuatan organisasi di tingkat basis masih terjaga dan berjalan efektif.

Ketua PAC Sukomanunggal, Moch Fathul Ulum, menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya sekadar penyampaian aspirasi, tetapi juga bentuk konsolidasi internal organisasi yang terarah.


“Aksi ini adalah bentuk kebersamaan kita. Saya tekankan kepada seluruh anggota agar tetap menjaga ketertiban, saling mengawal, dan memastikan kegiatan berjalan aman serta kondusif,” tegas Fathul Ulum.


Ia juga menginstruksikan seluruh peserta aksi untuk mengenakan seragam resmi (PDH) Pemuda Pancasila sebagai bentuk identitas dan kedisiplinan organisasi di lapangan.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila itu terorganisir, punya aturan, dan tidak bergerak liar,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi antar PAC terlihat berjalan rapi. Undangan aksi tersampaikan dengan baik dan direspons cepat oleh kader di berbagai wilayah. Hal ini menjadi indikator bahwa sistem administrasi dan komunikasi organisasi dari tingkat bawah berjalan optimal.

Selain itu, upaya komunikasi dengan pihak Kecamatan Sukomanunggal juga dilakukan sebagai langkah awal penyelesaian persoalan. Sejumlah perwakilan PAC dijadwalkan untuk berdialog langsung dengan Camat Sukomanunggal, Bp Anggara, guna mencari solusi terbaik.


Namun demikian, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa komunikasi belum sepenuhnya menemukan titik temu. Mengantisipasi hal tersebut, jajaran organisasi menegaskan bahwa langkah lanjutan akan dikoordinasikan dengan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya sebagai pengambil kebijakan strategis.

Salah satu kader yang turut hadir dalam aksi menyampaikan bahwa solidaritas yang terbangun kali ini terasa sangat kuat.


“Hampir semua PAC turun. Ini bukan hanya aksi, tapi menunjukkan bahwa persaudaraan di Pemuda Pancasila masih sangat solid dan totalitas,” ujarnya.

Di sisi lain, terdapat evaluasi penting bagi organisasi ke depan. Setiap permasalahan di tingkat PAC, khususnya yang berkaitan dengan instansi pemerintah, diharapkan dapat lebih dulu dikoordinasikan dengan MPC agar langkah yang diambil lebih terarah dan strategis.

Pendekatan dialog tetap menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan persoalan. Namun jika tidak menemukan titik temu, langkah lanjutan akan ditempuh sesuai mekanisme organisasi.

Sebagai bentuk apresiasi dan refleksi atas aksi yang berlangsung, perwakilan PAC Sukomanunggal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

“Saya mewakili seluruh anggota PAC Sukomanunggal mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua PAC beserta anggota se-Surabaya yang hadir dalam aksi damai hari ini. Ini bukti bahwa kita tetap solid,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya atas arahan dan bimbingannya.

“Terima kasih atas bimbingan Ketua MPC, Sekretaris MPC, Ketua OKK MPC, serta seluruh pengurus MPC Kota Surabaya. Matur nuwun sanget,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum aksi ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan masukan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya terkait pembangunan di wilayah.

“Insya Allah tadi kami juga menyampaikan masukan terkait kebijakan pembangunan di Kota Surabaya. Harapannya ada perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah,” tegasnya.

Momentum ini pun diharapkan menjadi titik penguatan kembali soliditas Pemuda Pancasila dari tingkat ranting, PAC hingga MPC.

“Bismillah, semoga ini menjadi momentum kembalinya kekuatan Pemuda Pancasila se-Surabaya,” pungkasnya.


Dengan semangat “Sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” Pemuda Pancasila menegaskan komitmennya untuk tetap solid, disiplin, dan berada di garis depan dalam mengawal kepentingan masyarakat.

(ifa | Integritasnews.my.id)