WwwIntegritasnews my id
Bandung Barat —
Di tengah kepungan duka akibat bencana alam yang melanda wilayah Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, sinergi lintas institusi kembali menunjukkan wajah terbaik kemanusiaan. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, sebuah Posko Kemanusiaan resmi didirikan sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian nyata terhadap warga terdampak.
Posko tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Universitas Padjadjaran (Unpad), Forum Peduli Lingkungan Hidup (FPLH), serta Yayasan Srikandi Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kehadiran posko ini menjadi titik konsolidasi bantuan, pelayanan sosial, dan pendampingan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana.
Sejak pagi hari, kawasan Pasirlangu tampak dipenuhi aktivitas relawan dari berbagai unsur. Mereka bahu-membahu melakukan pendataan korban, distribusi logistik, layanan kesehatan dasar, hingga dukungan psikososial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Suasana kepedulian dan gotong royong terasa kuat, mencerminkan nilai solidaritas yang masih hidup di tengah masyarakat.
Perwakilan tim kolaborasi menyampaikan bahwa pendirian Posko Kemanusiaan ini bukan sekadar respons darurat, melainkan bagian dari komitmen jangka pendek dan menengah dalam upaya pemulihan pascabencana. “Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan. Sinergi ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial,” ujar salah satu koordinator lapangan.
PTPN melalui keterlibatan langsung di lapangan menegaskan peran BUMN sebagai mitra masyarakat dalam situasi krisis. Sementara itu, Unpad berkontribusi melalui tenaga akademisi dan relawan mahasiswa yang memberikan dukungan keilmuan, edukasi, serta pendampingan berbasis kebutuhan lapangan. FPLH turut memastikan aspek lingkungan dan mitigasi ke depan menjadi bagian dari perhatian serius, sedangkan Yayasan Srikandi KBB berperan aktif dalam pengorganisasian relawan serta pendekatan sosial kemasyarakatan.
Bencana yang melanda Pasirlangu tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma sosial yang membutuhkan kehadiran dan empati bersama. Oleh karena itu, keberadaan Posko Kemanusiaan ini diharapkan menjadi ruang aman bagi warga untuk mendapatkan bantuan, informasi, dan dukungan moral.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja bersama, kesadaran kolektif, serta keberanian untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Dari Pasirlangu, pesan itu kembali ditegaskan: kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama.
Pewarta: OHIM Setiawan
Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
