Jabar | Integritasnews.my.id
Rabu, 1 Januari 2026
Krisis pengelolaan sampah di sejumlah wilayah Jawa Barat kian berada pada titik mengkhawatirkan. Timbunan limbah rumah tangga dan aktivitas perkotaan terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun di lokasi pembuangan liar, tanpa penanganan optimal dan berkelanjutan. Kondisi tersebut memicu pencemaran lingkungan, bau menyengat, serta potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Pewarta Integritasnews.my.id, Alex, menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini bukan lagi isu teknis semata, melainkan telah menjadi krisis tata kelola yang membutuhkan perhatian serius semua pihak.
“Penumpukan sampah yang dibiarkan bertahun-tahun menunjukkan adanya ketimpangan antara produksi sampah harian dengan kapasitas pengelolaan dan pengangkutan yang tersedia. Jika ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya lingkungan, tapi juga keselamatan dan kesehatan warga,” ujar Alex, Rabu (1/1/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang menggunung berpotensi mencemari tanah dan air tanah, serta menghasilkan gas metana yang berbahaya dan mudah terbakar. Selain itu, tumpukan sampah kerap menyumbat saluran air dan menjadi pemicu banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Dari sisi kesehatan, lingkungan yang dikelilingi sampah menjadi tempat berkembangnya berbagai penyakit. Risiko penyebaran diare, kolera, hingga gangguan pernapasan meningkat seiring buruknya sanitasi dan kualitas udara di sekitar lokasi penumpukan.
Alex juga menyoroti persoalan waktu penguraian sampah, khususnya limbah plastik dan styrofoam yang mendominasi sampah rumah tangga.
“Plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai, sementara styrofoam praktis tidak bisa terurai secara alami. Tanpa pengelolaan serius, ini adalah ancaman lingkungan jangka panjang,” tegasnya.
Menurutnya, solusi penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga, penguatan sistem daur ulang, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta peningkatan infrastruktur pengangkutan dan pengolahan sampah menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda.
“Kunci utamanya adalah kolaborasi. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama. Tanpa itu, krisis sampah hanya akan diwariskan ke generasi berikutnya,” pungkas Alex.
Pewarta: Alex
