WwwIntegritasnews my id
Kendari — Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) menegaskan sikap keras terhadap aktivitas organisasi AP2 di Sulawesi Tenggara yang dinilai telah melampaui batas etika demokrasi. GPMI menilai AP2 tidak lagi menyampaikan kritik berbasis kebijakan publik, melainkan telah berulang kali melakukan serangan personal terhadap RB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan narasi kasar hingga pembuatan flayer yang dianggap tidak senonoh.
Ketua Umum GPMI, Andrinto, menilai tindakan tersebut bukanlah bentuk kontrol sosial yang sehat, melainkan cerminan penyimpangan arah gerakan organisasi.
“Apa yang dilakukan AP2 sama sekali tidak menunjukkan karakter organisasi yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Kritik lahir dari kesadaran intelektual dan pemahaman mendasar atas relasi antara masyarakat sipil dan pemerintah. Namun yang terjadi justru serangan pribadi, tanpa data, tanpa hasil temuan, tanpa investigasi, bahkan tanpa kejelasan apa yang ditudingkan,” tegas Andrinto, Selasa (5-02-2026).
Ia mempertanyakan substansi tuduhan yang dilontarkan AP2 terhadap RB. Menurutnya, hingga kini tidak pernah disampaikan secara terbuka indikator kerja yang dinilai bermasalah, besaran anggaran yang dipersoalkan, maupun bukti dugaan penyimpangan.
“Apa yang dikritik? Pekerjaan apa yang kurang? Anggaran berapa dan dikorupsi di bagian mana? Tidak ada satu pun yang jelas. Semua orang bingung, bahkan publik tidak tahu apa sebenarnya yang dituduhkan. Ini menimbulkan dugaan kuat bahwa ada motif lain di balik aksi-aksi tersebut,” ujarnya.
Andrinto menegaskan bahwa GPMI tidak pernah melarang aksi demonstrasi, protes, maupun penyampaian pendapat di muka umum. Namun ia menekankan bahwa kebebasan tersebut harus dibangun di atas fakta dan tanggung jawab moral.
“Demo itu sah dan dijamin undang-undang. Tapi minimal harus ada fakta, meskipun sedikit. Kalau sama sekali tidak ada, itu bukan lagi perjuangan kepentingan publik, melainkan mengarah pada kepentingan pribadi. Di Sultra, model organisasi seperti ini hampir tidak ada, kecuali AP2,” katanya.
Lebih jauh, Andrinto mengingatkan publik agar waspada terhadap praktik-praktik yang mencederai marwah gerakan mahasiswa dan kepemudaan.
“Kita sudah sering membaca dan melihat kasus pemerasan pejabat yang dilakukan oleh oknum organisasi yang mengatasnamakan perjuangan. Polanya selalu sama: ketika kepentingan tertentu tidak terpenuhi, lalu berujung pada tekanan dan serangan. Ini bukan rahasia lagi,” tegasnya.
Ia kemudian membandingkan AP2 dengan organisasi-organisasi mahasiswa yang memiliki rekam jejak jelas dan konsisten.
“Organisasi seperti GPMI, HMI, LMND, PMII itu punya sejarah panjang, arah perjuangan jelas, basis massa jelas. AP2 memang punya sejarah, tetapi sejarah yang tidak patut dijadikan teladan. Bahkan publik mengetahui latar belakang pembinanya. Ini menjadi catatan serius,” ujarnya lugas.
Andrinto juga menyoroti inkonsistensi sikap AP2 terhadap RB.
“Dulu mereka terlihat akrab, sekarang justru menyerang secara personal. Pertanyaannya, ada apa? Kalau sebuah organisasi tidak konsisten dan berubah sikap secara drastis tanpa dasar yang jelas, maka patut dipertanyakan integritas gerakannya,” tambahnya.
Terkait langkah hukum, Andrinto mengungkapkan bahwa proses hukum terhadap LHK kini tengah berjalan. GPMI, kata dia, telah memberikan kuasa hukum untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang ditujukan kepada RB.
“Dalam dua hari ke depan, sudah ada jadwal pemeriksaan oleh penyidik. Kami berharap proses hukum berjalan tegas dan adil. Ini penting agar tidak mencederai nama baik aktivis dan organisasi kepemudaan secara umum,” jelasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus ini bukan semata untuk individu, melainkan demi menjaga marwah gerakan mahasiswa.
“Jika dibiarkan, praktik seperti ini akan merusak citra aktivis dan organisasi kepemudaan secara keseluruhan. Hukum harus hadir untuk memberi pelajaran bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh berubah menjadi fitnah dan serangan pribadi,” pungkas Andrinto.
Pewarta: ALF
Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
Slogan: Tepat, Lugas, Konsisten
