Integritasnews.my.id —
Jawa Barat, 10 Pebuari 2026 - Integritas merupakan pondasi utama dalam profesi jurnalisme. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi di ruang publik, wartawan dituntut untuk tetap tegak menjaga kebenaran, akurasi, dan objektivitas demi kepentingan masyarakat luas. Tanpa integritas, jurnalisme kehilangan makna, dan kepercayaan publik pun runtuh.
Penasehat sekaligus Kepala Perwakilan (Kaperwil) Jawa Barat Media Integritasnews.my.id, Ali Kurnia, yang akrab disapa Alex, menegaskan bahwa tugas wartawan bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan memastikan bahwa setiap berita yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi yang ketat dan bertanggung jawab.
“Jurnalisme bukan ruang untuk kebohongan. Sekali seorang wartawan dengan sengaja menyebarkan berita palsu, maka bukan hanya nama pribadinya yang tercemar, tetapi juga kredibilitas medianya dan kepercayaan publik secara luas,” tegas Alex.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan dampak serius, mulai dari kebingungan publik, rusaknya nama baik individu atau institusi, hingga terganggunya stabilitas sosial. Karena itu, etika jurnalistik harus menjadi kompas moral yang selalu dipegang teguh oleh setiap insan pers.
Alex menjelaskan, dalam praktik jurnalistik yang profesional, wartawan wajib menjalankan prinsip-prinsip dasar, seperti memverifikasi informasi dari lebih dari satu sumber yang dapat dipercaya, memisahkan secara tegas antara fakta dan opini, serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.
“Keberanian seorang wartawan bukan diukur dari seberapa sensasional beritanya, tetapi dari kejujuran dan ketepatannya dalam menyampaikan fakta,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan media dalam melakukan koreksi apabila terjadi kekeliruan. Mengakui kesalahan secara terbuka, menurut Alex, justru merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap kebenaran, bukan kelemahan.
Dalam konteks kekinian, Alex mengingatkan agar insan pers lebih kritis menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial. Banyak kasus berita yang tampak meyakinkan di permukaan, namun tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
“Wartawan harus menjadi penyaring, bukan sekadar penerus informasi. Jangan sampai media justru ikut memperkeruh keadaan dengan memberitakan hal-hal yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Ia berharap, melalui peneguhan etika jurnalistik, pers dapat terus menjalankan perannya sebagai penjaga akal sehat publik, pengawal demokrasi, serta pilar penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berkeadaban.
Dengan menjunjung tinggi integritas, wartawan tidak hanya menjaga marwah profesinya, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, adil, dan dapat dipercaya.
Pewarta: Ifa
Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
