Oleh: Ifa – Integritasnews.my.id
Lebanon, 31 Maret 2026 – Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Dua prajurit terbaik TNI dilaporkan gugur dalam menjalankan tugas mulia sebagai pasukan perdamaian dunia di Lebanon. Insiden tragis ini terjadi saat tim melaksanakan misi penjemputan jenazah rekan mereka yang lebih dahulu gugur di medan operasi.
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (Akmil 2015), prajurit dari Satuan Grup 2 Kopassus, menjadi salah satu korban yang gugur dalam serangan tersebut. Ia dikenal sebagai prajurit komando yang berdedikasi tinggi dan memiliki rekam jejak penugasan yang mumpuni.
Peristiwa nahas itu bermula ketika tim melakukan evakuasi terhadap jenazah almarhum Praka Fahrizal Romadhon. Namun dalam perjalanan, kendaraan taktis (ran) yang mereka gunakan diduga terkena ranjau, mengakibatkan ledakan hebat yang langsung melumpuhkan rombongan.
Selain dua prajurit yang gugur, sejumlah personel lainnya mengalami luka berat. Mereka adalah Lettu Infanteri Sultan dan Praka Deni, yang saat ini telah tiba di fasilitas medis Cinmed 7-2 dalam kondisi kritis dan direncanakan segera dievakuasi ke Beirut untuk penanganan lanjutan.
Sementara itu, proses evakuasi terhadap korban lain masih terkendala situasi keamanan di lokasi kejadian. Tim Quick Reaction Force (QRT) dari sektor TFA dan TFB masih menunggu persetujuan pergerakan (acc movement) guna mengevakuasi personel yang masih berada di titik kejadian, termasuk Sertu Ichwan.
Dalam laporan sementara, kendaraan pertama (Ran 1) mengangkut Kapten Inf Zulmi Aditya, Lettu Inf Sultan, Sertu Ichwan, dan Praka Deni. Sedangkan kendaraan kedua (Ran 2) berisi Praka Iqbal, Praka Zakaria, dan Praka Ulil yang turut berada dalam area operasi saat insiden terjadi.
Insiden ini menegaskan kembali tingginya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian di wilayah konflik. Ancaman ranjau darat dan serangan mendadak masih menjadi tantangan serius di lapangan, meskipun berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ucapan duka dan doa pun mengalir dari berbagai pihak. Seluruh rakyat Indonesia diharapkan turut mendoakan agar para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Ini adalah pengorbanan nyata putra-putra terbaik bangsa demi menjaga perdamaian dunia,” ujar salah satu sumber militer di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pengamanan lokasi masih terus berlangsung dengan pengawalan ketat dari pasukan gabungan. Situasi di wilayah penugasan dilaporkan dalam kondisi siaga tinggi.
Integritasnews.my.id akan terus memantau perkembangan terbaru dari insiden ini.
