Pegawai Warung Nasi Padang di Satelit Indah Surabaya Kehilangan HP, Pelaku Diduga Gunakan Modus Pura-Pura Membeli


Wwwintegritasnews my id

Surabaya – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi pembeli kembali terjadi di wilayah Surabaya. Kali ini menimpa seorang pegawai warung Nasi Padang Toboh Permai yang berlokasi di Jalan Satelit Indah No. 43 Surabaya, pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban diketahui bernama Rita, yang bekerja sebagai pegawai penjual nasi Padang di warung tersebut. Ia harus kehilangan telepon genggam miliknya setelah diduga diambil oleh seorang pria yang berpura-pura menjadi pembeli.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh tim liputan Integritasnews.my.id, pelaku datang seorang diri dengan ciri-ciri laki-laki berusia tua dengan logat bicara mirip orang Madura.

Saat itu pelaku memesan empat bungkus nasi dengan lauk ikan yang diminta dipisah. Permintaan tersebut membuat Rita fokus menyiapkan pesanan di meja warung.

Namun ketika Rita sedang sibuk membungkus pesanan, telepon genggam miliknya yang sebelumnya berada di atas meja tiba-tiba menghilang. Setelah pesanan selesai disiapkan, pria tersebut sudah tidak berada di lokasi.

“Dia pesan nasi empat bungkus, ikan dipisah. Saat saya membungkus pesanan, HP saya ada di meja. Setelah nasi selesai dibungkus, orangnya sudah tidak ada,” ujar Rita dengan nada sedih.

Diduga pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah berhasil mengambil ponsel tersebut.

HP Merupakan Hasil Kerja Dua Bulan

Kehilangan tersebut membuat Rita sangat terpukul. Ia mengaku telepon genggam tersebut merupakan barang yang dibelinya dari hasil bekerja selama dua bulan.

“Itu HP hasil gaji saya kerja dua bulan,” ungkapnya sambil menahan tangis.

Bagi Rita, ponsel tersebut sangat penting karena digunakan untuk komunikasi sehari-hari serta membantu aktivitas pekerjaannya.

Modus Serupa Pernah Terjadi Sebelumnya

Informasi yang dihimpun tim liputan juga menyebutkan bahwa modus serupa pernah terjadi sebelumnya di wilayah Surabaya. Seorang warga yang juga pernah menjadi korban mengaku pernah didatangi pria dengan ciri-ciri yang hampir sama.

Peristiwa tersebut terjadi pada Agustus 2024, ketika pelaku berpura-pura menanyakan alamat kantor SCTV. Saat itu korban tidak menaruh curiga karena mengira pelaku benar-benar membutuhkan informasi.

Namun setelah percakapan singkat tersebut, korban baru menyadari dompet miliknya telah hilang. Di dalam dompet tersebut terdapat uang sekitar Rp800 ribu, kunci rumah, serta obat ginjal milik suaminya yang baru saja dibeli dari apotek setelah mengambil uang dari ATM.

Melihat kesamaan ciri dan modus yang digunakan, diduga pelaku yang beraksi di warung nasi Padang tersebut merupakan orang yang sama.

Diduga Sering Beraksi di Wilayah Balongsari

Sejumlah warga sekitar menyebutkan pria dengan ciri-ciri tersebut sering terlihat di kawasan Balongsari, Surabaya, dan diduga beberapa kali melakukan aksi dengan berbagai modus untuk mengelabui korban.

Tidak sedikit warga yang mengaitkan kemunculannya dengan beberapa kejadian kehilangan barang di wilayah tersebut.

Masyarakat Diminta Waspada

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pedagang kecil, agar lebih berhati-hati terhadap orang asing yang datang dengan berbagai modus.

Pelaku kejahatan sering memanfaatkan kelengahan korban saat sedang sibuk melayani pembeli, sehingga memiliki kesempatan untuk mengambil barang berharga yang berada di sekitar meja atau tempat usaha.

Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam ramai aktivitas siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, yang disebut-sebut kerap menjadi waktu pelaku beraksi.

Tim Liputan: Redaksi

Media: Integritasnews.my.id

Slogan: Tepat, Lugas, Konsisten