WwwIntegritasnews my id
Bangli – Dalam rangka mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan akuntabel, Polres Bangli melaksanakan kegiatan pembacaan, pengambilan sumpah, serta penandatanganan pakta integritas bagi panitia, peserta, dan orang tua/wali dalam penerimaan terpadu Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 09.00 hingga 09.45 WITA, bertempat di Gedung Sasana Bhayangkara Polres Bangli, yang terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting dengan Polda Bali.
Acara dipimpin langsung oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., didampingi oleh pejabat utama Polda Bali, antara lain Karorena, Karo SDM, Dirbinmas, Dirressiber, Kabid Propam (diwakili Kasubbid Paminal), Kabidhumas (diwakili Kasubbidmulmed), Kabidkum, serta Kabiddokkes Polda Bali.
Turut hadir di Gedung Sasana Bhayangkara Polres Bangli sejumlah pejabat internal dan pengawas eksternal, di antaranya Kabag SDM Polres Bangli Kompol I Dewa Gede Oka, S.Sos., S.H., M.H., perwakilan Kasiwas, Kasi Propam, P.s Kasi Dokkes, perwakilan Disdukcapil dan Disdikpora, unsur pengawas eksternal dari KNPI dan PPM, Pabanrim Polres Bangli, serta para peserta seleksi Calon Anggota Polri T.A. 2026.
Dalam arahannya, Wakapolda Bali menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri merupakan tahapan strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Polri ke depan. Oleh karena itu, seluruh rangkaian seleksi harus dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Pakta integritas ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen moral dan hukum bagi seluruh pihak untuk menjaga proses seleksi tetap objektif dan berintegritas,” tegasnya.
Disebutkan pula bahwa pada tahun 2026, jumlah peserta yang telah terverifikasi di Polda Bali mencapai 1.601 orang, terdiri dari calon Taruna/I Akpol, Bintara, dan Tamtama. Seluruh peserta akan mengikuti tahapan seleksi yang ketat dan terstandar, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga tes kesamaptaan jasmani dan mental ideologi.
Penerapan sistem CAT menjadi salah satu upaya konkret Polri dalam menjamin transparansi, di mana hasil tes dapat diketahui secara langsung (real time) oleh peserta. Hal ini sekaligus menutup ruang terjadinya manipulasi nilai maupun intervensi dari pihak manapun.
Lebih lanjut, Wakapolda Bali mengingatkan para peserta agar percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak mudah tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Ia juga mengajak orang tua/wali untuk memberikan dukungan moral serta tidak terjebak dalam praktik-praktik yang melanggar aturan.
Kepada seluruh panitia dan pengawas, ditekankan agar menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab, serta menjaga integritas demi mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memegang teguh komitmen yang telah disepakati dalam pakta integritas, sehingga proses penerimaan anggota Polri Tahun 2026 dapat berjalan secara jujur, adil, dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pewarta ifa
