Wartawan Berintegritas Jadi Pilar Utama Kepercayaan Publik di Era Informasi


WwwIntegritasnews my id

Jawa Barat – Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran berita yang belum tentu terverifikasi, peran wartawan dengan integritas tinggi menjadi semakin krusial. Hal ini disampaikan oleh Penasehat Media asal Jawa Barat, Ali Kurnia yang akrab disapa Alex, dalam keterangannya kepada media, Rabu (25/3).

Menurut Alex, wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan penjaga kebenaran yang memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat luas.

“Wartawan dengan integritas adalah mereka yang menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab penuh kepada publik. Ini bukan sekadar profesi, tetapi amanah,” tegas Ali Kurnia.

Ia menekankan bahwa dalam praktik jurnalistik, kebenaran harus menjadi prioritas utama. Setiap informasi yang diterima wajib melalui proses verifikasi yang ketat agar tidak menyesatkan masyarakat.

“Mengedepankan kebenaran itu wajib. Wartawan harus memastikan informasi yang disampaikan akurat, tidak boleh tergesa-gesa menyebarkan berita yang belum jelas sumber dan faktanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi dalam pemberitaan. Wartawan yang berintegritas, kata dia, tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan pribadi maupun tekanan dari pihak tertentu.

“Objektivitas itu harga mati. Wartawan harus mampu berdiri di tengah, memberikan informasi yang berimbang, tanpa memihak pada kelompok atau kepentingan tertentu,” imbuh Alex.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Pelanggaran seperti menerima suap atau memanipulasi informasi dinilai dapat merusak kredibilitas pers secara keseluruhan.

“Menjaga etika adalah fondasi. Wartawan harus menghormati narasumber, tidak menyalahgunakan informasi, dan menjauhi praktik-praktik yang merugikan,” jelasnya.

Dalam konteks keterbukaan, transparansi juga menjadi bagian penting dari integritas. Wartawan harus siap mempertanggungjawabkan setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan kepada publik.

“Kalau ada pertanyaan dari masyarakat, wartawan harus siap menjelaskan proses pemberitaan. Transparansi ini penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, orientasi utama seorang wartawan adalah kepentingan masyarakat. Informasi yang disajikan harus memberikan manfaat, bukan sekadar mengejar sensasi.

“Wartawan itu pelayan publik. Tugasnya menyajikan informasi yang mendidik, mencerahkan, dan relevan bagi masyarakat. Bukan sekadar mengejar viral,” pungkasnya.

Dengan semakin kompleksnya tantangan dunia jurnalistik saat ini, Ali Kurnia berharap para insan pers, khususnya yang tergabung dalam media Integritasnews.my.id, dapat terus menjaga profesionalisme dan menjadikan integritas sebagai pedoman utama dalam setiap langkah pemberitaan.

(Red)