Grobogan, Integritasnews.my.id — Puluhan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) mendatangi kantor LSM Kalijaga yang berada di kawasan Ruko Kencana, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jumat (17/4/2026). Aksi tersebut dipicu beredarnya surat terbuka dari pihak LSM yang berencana membahas pengawasan program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Kedatangan massa ormas berlangsung dalam suasana tegang. Mereka menyatakan keberatan atas rencana LSM Kalijaga yang dinilai ingin turut serta mengawasi jalannya program MBG. Menurut mereka, mekanisme pengawasan program tersebut telah diatur secara resmi melalui satuan tugas (satgas) yang dibentuk pemerintah, sehingga tidak perlu ada intervensi dari pihak di luar struktur tersebut.
“Pengawasan sudah ada satgasnya. Jangan sampai ada pihak lain yang justru memperkeruh situasi atau menghambat jalannya program yang jelas-jelas untuk kepentingan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan ormas di lokasi.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah anggota ormas mendesak klarifikasi langsung dari pihak LSM. Adu argumen tak terhindarkan, terutama terkait batas kewenangan dalam mengawasi program pemerintah. Ormas menilai langkah LSM tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap pelaksanaan MBG.
Namun demikian, pihak LSM Kalijaga memberikan penjelasan bahwa kegiatan yang mereka rencanakan bukanlah bentuk intervensi, melainkan forum diskusi internal guna menghimpun berbagai masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Kami tidak punya niat menghambat program pemerintah. Justru kami ingin mendengar langsung keluhan atau kendala yang dirasakan masyarakat, untuk kemudian kami sampaikan kepada satgas sebagai bahan evaluasi,” jelas perwakilan LSM Kalijaga.
Pernyataan tersebut perlahan meredakan ketegangan. Setelah melalui dialog terbuka, kedua belah pihak mencapai kesepahaman. LSM Kalijaga menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan langkah-langkah yang dapat ditafsirkan sebagai upaya menghambat program MBG, sekaligus memastikan bahwa setiap temuan di lapangan akan disalurkan melalui jalur resmi kepada pihak berwenang.
Sementara itu, pihak ormas menyambut baik klarifikasi tersebut, namun tetap mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat menghormati mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan program.
Peristiwa ini menjadi cerminan pentingnya komunikasi yang terbuka dan transparan antara elemen masyarakat dalam mengawal program strategis nasional. Di tengah besarnya harapan publik terhadap keberhasilan program MBG, sinergi dan saling pengertian antar pihak dinilai menjadi kunci utama agar pelaksanaan berjalan efektif, tepat sasaran, dan bebas dari konflik kepentingan.
Ketegangan yang sempat terjadi pun berakhir kondusif. Aktivitas di sekitar lokasi kembali normal, dengan kedua pihak sepakat untuk mengedepankan dialog dan koordinasi dalam menyikapi dinamika yang berkembang di lapangan.
(Pewarta: Ifa)
