SAMOTA Akan Saingi Labuan Bajo dan Mandalika


WwwIntegritasnews my id

Sumbawa — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengupayakan kawasan SAMOTA (Saleh–Moyo–Tambora) agar ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dalam konsolidasi internal bersama para kepala OPD di Batudulang, sejak awal tahun 2026.

Menurutnya, kawasan SAMOTA memiliki potensi yang dinilai lebih besar dibanding sejumlah destinasi wisata unggulan nasional seperti Labuan Bajo, Mandalika, hingga Raja Ampat.

“Kita punya Hiu Paus, Air Terjun Mata Jitu, Danau Satonda, Gunung Tambora, hingga taman laut yang sangat indah di Teluk Saleh. Potensi ini luar biasa dan layak menjadi KEK,” ujarnya.

Ia menegaskan, program KEK merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan status KEK, Sumbawa dinilai berpeluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Pemerintah pusat saat ini sedang mencari lokasi potensial untuk dijadikan KEK. Jangan sampai kita lengah. Semua data sudah masuk, dan Oktober–Desember ini menjadi momentum penting pendaftaran proyek-proyek nasional,” tegasnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah melengkapi proses administratif serta berbagai persyaratan pendukung agar kawasan SAMOTA dapat masuk dalam peta KEK nasional tahun 2026.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Sumbawa, Dedi Kevin Molajake, menyampaikan optimisme bahwa SAMOTA akan berkembang pesat apabila resmi ditetapkan sebagai KEK.

“Jika sudah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, SAMOTA dipastikan akan mampu menyaingi Labuan Bajo dan Mandalika. Dukungan pemerintah pusat serta masuknya investor akan mempercepat perkembangan kawasan ini,” ujarnya pada 11 April 2026.

Pewarta: Andre