Www integritasnews my id
Pungging, Mojokerto 31 Mei 2025 – Di tengah desa Ngrame yang tampak tenang siang hari, ada satu tempat yang mendadak hidup begitu matahari terbenam: KV KOTES, warung sederhana milik Pak Sodik, yang kini jadi magnet bagi warga sekitar, anak muda, bahkan para "veteran malming" seperti geng W. BRENG CS dan teman-teman malming.
Beroperasi dari jam 7 pagi sampai 12 malam, KV KOTES menyajikan beragam menu khas warung, tapi yang bikin pelanggan jatuh hati berkali-kali adalah satu menu spesial: nasi goreng racikan Pak Sodik. Hanya dengan Rp12.000, kamu bisa dapat seporsi nasi goreng nikmat plus jatah 3 lagu karaoke 10rb . Di sini, makan dan nyanyi bukan cuma hiburan—tapi tradisi.
“Gak ada malming tanpa nasi goreng KV KOTES,” celetuk W. BRENG, salah satu langganan tetap yang setiap Sabtu malam membawa serta gengnya untuk nongkrong, bernyanyi, dan berbagi tawa. “Kalau telat datang, bisa-bisa gak kebagian mic!”
Suasana KV KOTES memang khas. Malam hari, bangku-bangku kayu disulap jadi tempat ngobrol santai. Speaker aktif di pojokan mengalunkan lagu-lagu nostalgia dan TikTok terbaru secara bergantian. Anak-anak muda hingga bapak-bapak semua dapat giliran menyumbang suara, kadang fals, kadang pas, tapi selalu penuh semangat.
Pak Sodik, sang pemilik warung yang dulu kerja serabutan sebelum buka KV KOTES, kini dikenal luas sebagai "juragan nasi goreng dan manajer karaoke". Ia hafal selera pelanggannya, dari sambal ekstra pedas untuk Mas Doyok, sampai request lagu wajib “Sakit Gigi” dari W. BRENG tiap malam minggu.
“KV KOTES itu bukan sekadar tempat makan. Ini tempat ngumpul, tempat lepas stres, tempat keluarga baru terbentuk,” ujar Pak Sodik, sambil mengaduk wajan berisi nasi goreng yang mengepul.
Dan siapa bilang hiburan malam hanya milik kota besar? Di sini, di sebuah sudut Mojokerto, desiran nasi goreng dan dentuman lagu dangdut bisa jadi obat ampuh untuk sepi dan suntuk. Muda-mudi datang, duduk lesehan, nyanyi bareng, dan pulang dengan senyum.
(Ifa)



