Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Al-Muahidin Banjarwangi: Meneguhkan Iman, Merawat Ukhuwah, dan Menyemai Spirit Ketakwaan


Garut | Integritasnews.my.id

Peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW kembali diperingati umat Islam sebagai momentum spiritual yang sarat makna dan hikmah mendalam. Pada Sabtu, 18 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah, masyarakat Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menggelar peringatan Isra Miraj dengan khidmat dan penuh kekhusyukan di Masjid Al-Muahidin.

Peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan, namun menjelma sebagai ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.


Menghidupkan Sejarah Agung Isra dan Miraj

Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan dakwah Islam. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW secara fisik dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, yang ditempuh dalam satu malam dengan kendaraan ilahi bernama Buraq. Sementara Miraj adalah perjalanan spiritual Rasulullah SAW menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha, tempat beliau menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.


Peristiwa ini menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, sekaligus menempatkan shalat sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim—tiang agama yang menjadi penghubung langsung antara hamba dan Sang Pencipta.


Rangkaian Kegiatan Sarat Nilai Edukatif dan Religius

Di Masjid Al-Muahidin, peringatan Isra Miraj berlangsung semarak namun tetap khusyuk. Kegiatan dimulai sejak siang hari dengan berbagai penampilan anak-anak, termasuk lomba dan unjuk kemampuan dalam bacaan keagamaan, sebagai bentuk pendidikan dini dalam menanamkan kecintaan terhadap Islam sejak usia muda.

Memasuki malam hari, suasana religius semakin terasa dengan lantunan shalawat Nabi yang dibawakan oleh berbagai grup ibu-ibu majelis taklim serta remaja masjid. Shalawat menggema, mengalun lembut, menyatukan hati jamaah dalam cinta dan kerinduan kepada Rasulullah SAW. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kekuatan iman bagi seluruh umat.

Sementara itu, di Masjid Jami wilayah setempat, peringatan Isra Miraj juga digelar dengan agenda pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sebagai pengingat bahwa Al-Qur’an dan shalat merupakan dua pilar utama yang tidak terpisahkan dalam kehidupan umat Islam.


Momentum Merawat Spirit Keimanan di Era Modern

Di tengah tantangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, peringatan Isra Miraj menjadi penyeimbang spiritual bagi umat. Selain dilaksanakan secara langsung di masjid, peringatan Isra Miraj kini juga dirayakan melalui berbagai platform digital seperti pengajian daring, ceramah virtual, dan diskusi keislaman online, menandakan bahwa nilai-nilai Islam tetap hidup dan relevan di setiap ruang dan waktu.

Isra Miraj mengajarkan bahwa di tengah ujian dan tekanan hidup, selalu ada pertolongan Allah SWT bagi hamba-Nya yang beriman. Peristiwa ini juga menjadi penghibur bagi umat yang sedang diuji, sekaligus peneguh bahwa setiap kesulitan akan diiringi kemudahan.


Hikmah Besar Isra Miraj

Peringatan Isra Miraj mengandung hikmah yang sangat mendalam, di antaranya:

Menjadi bukti nyata kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

Menegaskan kewajiban shalat sebagai tiang agama.

Meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam.

Menghibur dan menguatkan jiwa umat yang tengah diuji.

Menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.

Melalui peringatan Isra Miraj ini, masyarakat Banjarwangi berharap nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, namun benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam ibadah, akhlak, maupun hubungan sosial kemasyarakatan.

Pewarta: Alex

Editor: Integritasnews.my.id