Letusan Sekunder Gunung Semeru Mengguncang Besuk Kobokan, Kasdishub Lumajang Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Malang


Integritasnews.my.id — Lumajang, Sabtu (6/12/2025)

Situasi di kawasan Besuk Kobokan kembali memanas. Sekitar pukul 04.15 WIB, letusan sekunder Gunung Semeru terpantau cukup besar dan mengeluarkan material yang menyebabkan jarak pandang melemah drastis. Kondisi tersebut terjadi tepat di bawah Jembatan Besuk Kobokan, jalur vital penghubung Lumajang–Malang.


Dalam laporan langsung di lokasi, Rasmin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat agar menunda perjalanan yang melintasi titik tersebut.

 "Saat ini terjadi letusan sekunder yang cukup besar. Kami mengharapkan masyarakat Kabupaten Lumajang yang akan melintas ke Malang lewat jalur Jembatan Besuk Kobokan untuk sementara menahan kendaraannya terlebih dahulu. Letusan sekunder terpantau cukup besar sore hari ini dan akan mengganggu pandangan para pengendara," ujar Rasmin dalam penyampaiannya.

Ia menegaskan bahwa pekatnya debu dan material vulkanik yang membumbung dari dasar Besuk Kobokan sangat berisiko menutup jarak pandang pengemudi. Jika warga memaksakan melintas, potensi kecelakaan dapat meningkat tajam, terlebih kondisi akses jembatan berada pada titik rawan bencana.

 "Di sebelah kiri saya dapat dilihat sendiri kondisi letusan sekunder di bawah jembatan. Jika masyarakat memaksakan diri melintas, jarak pandang sangat terbatas dan tentu membahayakan keselamatan. Saya sampaikan tetap berhati-hati, patuhi arahan petugas," tambahnya.

Hembusan awan panas dan material vulkanik Gunung Semeru memang kerap menunjukkan aktivitas tidak menentu sejak peningkatan status pada beberapa bulan terakhir. Besuk Kobokan menjadi daerah jalur lahar yang paling rentan terkena dampak, sehingga status kesiagaan publik saat ini sangat penting untuk diperhatikan.

Petugas gabungan dari Dishub, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan terus berada di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan monitoring visual. Warga diimbau memperbarui informasi resmi sebelum bepergian dan menghindari area radius bahaya.

Hingga berita ini diturunkan, akses sementara direkomendasikan tidak digunakan sampai kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.


Integritasnews.my.id – Tepat, Lugas, Konsisten.

Pewarta: IFA