Www integritasnews my id
JAKARTA ,28 JUNI 2025 – Di tengah gempuran stigma negatif terhadap makanan bersantan dan produk kelapa, fakta ilmiah justru menunjukkan sebaliknya. Santan kelapa dan air kelapa kini kembali mencuat sebagai sumber gizi tinggi, bebas kolesterol, dan memiliki manfaat kesehatan yang patut diperhitungkan.
Selama ini, masakan bersantan sering dicap sebagai penyebab kolesterol tinggi. Padahal, perlu ditegaskan: santan kelapa sama sekali tidak mengandung kolesterol. Kolesterol hanya ditemukan dalam produk hewani seperti daging, telur, dan jeroan karena kolesterol diproduksi oleh organ hati. Kelapa tidak memiliki hati, sehingga otomatis bebas kolesterol.
Sebagai contoh, berdasarkan data komposisi pangan, berikut kadar kolesterol per 100 gram bahan:
Kuning telur: 1400 mg
Hati ayam: 312,2 mg
Hati sapi: 219,8 mg
Ikan: 40 – 140 mg
Kelapa & Durian: 0 mg
Fakta ini membuktikan bahwa santan bukan sumber kolesterol. Justru dalam budaya kuliner Nusantara, santan digunakan untuk menyeimbangkan kandungan lemak dan kolesterol dalam daging, menjadikannya lebih mudah dicerna dan memperkaya rasa tanpa menambah risiko kesehatan.
Namun, masyarakat tetap perlu berhati-hati dalam mengolah makanan bersantan. Pemanasan ulang berkali-kali pada masakan bersantan dapat mengubah lemak baik menjadi lemak jahat (trans fat), yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Maka, bijaklah dalam menyimpan dan menghangatkan makanan berbahan santan.
Air Kelapa: Minuman Alami Penyeimbang Tubuh
Sementara itu, air kelapa muda menjadi pilihan alami untuk menghidrasi tubuh, menghilangkan lendir di paru-paru, dan mempercepat pemulihan energi. Kandungan kalium dalam segelas air kelapa bisa memenuhi hingga 10% kebutuhan harian tubuh. Tak hanya itu, air kelapa juga dikenal sebagai penawar alami saat mengalami keracunan makanan atau minuman.
Air kelapa bahkan sering dimanfaatkan oleh atlet dan pekerja lapangan untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang, karena mengandung mineral penting seperti magnesium, kalsium, dan sodium alami.
Kembali ke Akar, Kembali ke Kelapa
Sudah saatnya masyarakat kembali membuka mata terhadap kekayaan hayati tropis seperti kelapa. Bukan hanya sebagai bagian dari identitas kuliner, tapi juga sebagai pilar kesehatan alami yang terlupakan. Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang bijak, santan dan air kelapa bisa menjadi sekutu tubuh dalam menjaga keseimbangan gizi.
Karena sehat tak harus mahal cukup kembali ke yang alami.
🖋️ Pewarta:
R. PRIHATANTO, S.Si,
Integritasnews my id
📍 Editor: ifa
