Hari Asyura: Rahasia Rezeki Setahun dari Syarifah Halimah Alaydrus

 


Jakarta, 5 JULI 2025, Integritasnews my id – Di tengah riuhnya dunia yang semakin materialistik, pesan-pesan spiritual sering kali luput dari perhatian. Namun, di hari Asyura, tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah, umat Islam kembali diingatkan akan salah satu amalan ringan yang penuh berkah: memberi kelonggaran nafkah kepada keluarga.

“Barang siapa memberi kelonggaran (nafkah) pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran (rezeki) kepadanya sepanjang tahun.”

Demikian sabda Rasulullah SAW yang dinukil kembali oleh salah satu tokoh perempuan kharismatik asal Nusantara, Syarifah Halimah Alaydrus. Ucapan itu bukan sekadar nasihat, melainkan pengingat akan keajaiban spiritual yang terbungkus dalam tindakan sederhana namun penuh cinta: memperhatikan keluarga.



Tradisi dan Spiritualitas dalam Satu Hari

Bagi Syarifah Halimah, hari Asyura bukan hanya tentang sejarah kelam atau duka mendalam seperti peristiwa Karbala, tapi juga momen refleksi dan penyuburan kasih sayang di dalam rumah tangga. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan hari Asyura sebagai momentum kebangkitan spiritual dan ekonomi keluarga.


“Buka pintu rezeki itu bisa lewat hal yang tak diduga. Asyura adalah salah satunya. Nafkahkan untuk keluarga, walau hanya sedikit. Lalu lihat bagaimana Allah melipatgandakannya sepanjang tahun,” ujar Syarifah dalam salah satu tausiyahnya.


Mitos atau Mukjizat?

Beberapa mungkin mempertanyakan keabsahan hadits ini. Dalam dunia keilmuan, hadits tersebut termasuk dalam kategori hasan menurut sebagian ulama, meski ada pula yang menilainya dhaif. Namun, kekuatan spiritualnya tak dapat disangkal oleh banyak pelaku yang telah merasakan manfaatnya.

Bagi para pencari keberkahan, hari Asyura bukanlah hari biasa. Ia ibarat “investasi spiritual” yang hasilnya bisa dirasakan bukan hanya secara batin, tapi juga lahiriah: kesehatan, ketenangan rumah tangga, dan lancarnya rezeki.


Kearifan Lokal Bertemu Ajaran Global

Di Indonesia, sebagian keluarga telah mempraktikkan tradisi ini secara turun-temurun. Mulai dari menyiapkan hidangan istimewa, memberi uang jajan lebih kepada anak-anak, hingga membelikan kebutuhan rumah tangga sebagai bentuk “kelonggaran”. Nilainya tak harus besar, tapi keikhlasan yang menjadi kunci.

Syarifah Halimah Alaydrus, sebagai tokoh yang getol menghidupkan ajaran Nabi dalam keseharian, mengajak umat untuk memaknai Asyura sebagai hari kasih sayang keluarga bukan sekadar hari puasa sunah atau momen duka sejarah.


Penutup: Peluang Emas di Tengah Hari Biasa

Dalam hiruk-pikuk kebutuhan hidup dan tekanan ekonomi, banyak yang mencari jalan pintas untuk memperbaiki rezeki. Padahal, Islam telah memberi jalan terang: mulai dari rumah, dari keluarga, dari memberi.

Hari Asyura menjadi peluang emas yang sering kali terlewatkan. Pesan Syarifah Halimah Alaydrus membuka mata: bahwa keberkahan bisa dimulai dari piring makan di rumah sendiri.

Karena siapa yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura, Allah akan melapangkan baginya sepanjang tahun.


📍 Redaksi 

Integritasnews my id

🖋️ Penulis: 

R. PRIHATANTO, S.Si, 

Iditor : ifa