Gebyar 80 Tahun Kemerdekaan RI, 17 Agustus – 20 September 2025
SURABAYA, Integritasnews my id– Ludruk bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan napas budaya wong Suroboyo yang sarat makna perjuangan. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, akan digelar “Ludruk Merdeka” dengan mengusung kisah heroik Babat Alas Surabaya yang diangkat dari legenda Joko Dolog dan Jaka Jumput.
Cerita ini berawal dari Raden Situbondo asal Sampang, yang ingin meminang Putri Purbowati, putri Adipati Surabaya Jayengrana. Namun, Purbowati sudah menjalin kasih dengan Raden Jaka Taruna dari Kediri. Untuk menolak pinangan itu, sang adipati memberi syarat mustahil: Raden Situbondo harus membuka Hutan Kitri (Wono Kitri)—hutan angker yang dikenal dihuni jin dan siluman pemakan manusia selama tujuh turunan.
Meski berkaki cacat, Raden Situbondo dengan kesaktian luar biasa menyanggupi tantangan tersebut. Dari situlah muncul istilah Wono Kromo (hutan sebagai maskawin pernikahan), yang kelak menjadi simbol perjuangan cinta, pengorbanan, dan keberanian wong Suroboyo. Inilah cikal bakal kisah Babat Alas Surabaya yang melegenda hingga kini.
Tak hanya Joko Dolog, kisah Jaka Jumput juga akan dihidupkan kembali melalui pentas ludruk. Kedua legenda ini dipilih untuk mengingatkan generasi muda Surabaya bahwa di balik hutan, tanah, dan kota yang berdiri megah, ada cerita panjang tentang perjuangan, kesetiaan, dan pengorbanan.
Ludruk Nom-Noman Tjap Arek Soeroboyo
Dalam acara LUDRUK MERDEKA, masyarakat akan disuguhi pertunjukan seni budaya dengan sentuhan khas Surabaya. Tak hanya ludruk, rangkaian acara juga menghadirkan Pasar Rakyat/Bazar, sablon on the spot, doorprize, hingga berbagai games interaktif.
Kegiatan ini akan berlangsung keliling kampung di Surabaya agar lebih dekat dengan masyarakat:
Keputih Sukolilo – 17 Agustus
Kampung Malang – 23 Agustus
Banjarsugihan – 24 Agustus
Dukuh Sutorejo – 30 Agustus
Karangpoh Tandes – 31 Agustus
Dupak Jepara – 6 September
Gubeng Kertajaya – 7 September
Bulak Banteng – 13 September
Kapas Lor Wetan – 14 September
Kendangsari – 20 September
Penjaringan Sari – Oktober
Menghidupkan Semangat Arek Suroboyo
Ketua panitia, Robet, menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan untuk menjaga warisan budaya asli Surabaya. “Ludruk adalah jati diri kita. Melalui kisah Joko Dolog dan Jaka Jumput, kita ingin generasi muda tidak hanya menonton, tapi juga memahami sejarah dan perjuangan wong Suroboyo,” ujarnya.
Sementara Wahyu, koordinator lapangan, menambahkan bahwa antusiasme warga sudah terasa sejak awal persiapan. “Masyarakat menunggu hiburan yang mendidik. Ludruk Merdeka akan jadi momentum untuk menyatukan kampung-kampung di Surabaya dalam semangat kemerdekaan,” ungkapnya.
Info & Kontak
Robet: WA +62 8810 2638 6681
Wahyu: WA +62 821 4018 6667
👉 Ludruk Merdeka – Babat Alas Surabaya adalah bukti bahwa budaya rakyat tetap hidup dan mampu menyatukan generasi. Dari legenda hingga pentas seni, Surabaya kembali menegaskan dirinya sebagai kota pejuang, kota budaya, dan kota yang tak pernah kehilangan identitasnya.
Integritasnews.my.id
Pewarta: Ifa
