Pahlawan Fiksi, Pemimpin KW, dan Drama Negeri Tanpa Akhir


BESUKI , 10 Agustus 2025, Integritasnews my id – Dalam sepekan terakhir, publik disuguhi drama politik yang ramai menghiasi linimasa media sosial dan pemberitaan. Dari panggung orasi hingga ruang rapat, sejumlah pejabat publik terlihat lebih piawai memainkan peran bak tokoh film ketimbang menyampaikan solusi nyata.


Beberapa bahkan tampil dengan gaya teatrikal: mengenakan kostum simbolis, mengutip dialog heroik dari film lawas, hingga melakukan aksi panggung yang mengundang sorotan kamera. Di era politik yang serba-visual ini, popularitas tampaknya kian ditentukan oleh seberapa dramatis sebuah penampilan, bukan seberapa konkret sebuah kebijakan.

Dalam cerita fiksi, pahlawan selalu datang tepat waktu, menolong semua orang, dan menang di akhir cerita. Di dunia nyata, “tokoh imitasi” datang terlambat, membantu segelintir orang, dan sibuk mencari kambing hitam ketika gagal.

Jika pahlawan fiksi punya konflik yang jelas melawan monster atau melawan takdir pemimpin KW di negeri ini justru sibuk menciptakan konflik demi tetap relevan di panggung berita pesanan humas. Tanpa drama, sorotan akan padam. Tanpa sorotan, panggung akan kosong.

Bedanya lagi, pahlawan fiksi memegang pedang demi rakyat. Pemimpin KW biasanya memegang kekuasaan demi diri dan kelompoknya. Pahlawan fiksi menolak suap, sementara pemimpin KW bisa saja menganggapnya “biaya produksi”.

Bagi pahlawan fiksi, kepercayaan rakyat adalah harga mati. Bagi tokoh KW, popularitas di layar kaca jauh lebih penting.

Masalahnya, rakyat bukan penonton bioskop yang bisa dihibur dengan efek suara heroik dan musik mengharukan. Tiket mereka dibayar dengan pajak, bukan popcorn. Dan satu hal yang sering dilupakan: lampu panggung bisa padam kapan saja.

Negeri ini bukan panggung teater. Rakyat bukan figuran. Jika lakon yang dimainkan buruk, tepuk tangan akan menghilang—diganti lemparan sandal.

"Sekian, wassalam, dan selamat malam menjelang siang. Selamat berakhir pekan, Ultraman."

Tulis Sang D.P.O – Siti Jenar from Besuki City.

(Ifa)