๐ Pewarta: R.
PRIHATANTO, S.Si
๐ Editor: Ifa
๐ IntegritasNews.my.id – Media Informasi dengan Prinsip Integritas dan Kebenaran
Jakarta, Jumat (29/8/2025) – Dalam situasi sosial dan politik yang tengah memanas, seruan rakyat kembali bergema: “TNI tidak perlu membawa senjata, mari hadir dengan adem dan damai.” Suara lantang ini muncul sebagai wujud harapan agar aparat benar-benar menjadi pelindung rakyat, bukan sebaliknya.
Sejak awal berdirinya bangsa ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dipandang sebagai penjaga kedaulatan sekaligus benteng terakhir persatuan. Namun, masyarakat menegaskan bahwa kekuatan TNI sejatinya bukan hanya terletak pada senjata dan barisan kendaraan tempur, melainkan pada keberanian moral dan hati yang berpihak kepada rakyat.
“Rakyat tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Kami percaya TNI tetap bersama rakyat. Jangan sampai rakyat merasa ditakuti oleh senjata yang seharusnya hanya diarahkan kepada musuh bangsa, bukan saudara sendiri,” ujar salah seorang tokoh masyarakat di sela-sela aksi damai di Jakarta.
Seruan ini semakin kuat ketika mengingat bahwa mayoritas bangsa Indonesia adalah umat Islam, yang menekankan ukhuwah, persaudaraan, serta kedamaian. Nilai ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah menjadi landasan moral yang tak boleh ditinggalkan. Sebab, persaudaraan itu bukan hanya slogan, melainkan nafas hidup bangsa ini sejak dulu.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya pada TNI. Bahkan, mereka berharap TNI mampu menjadi pendingin suasana, penengah ketika konflik memanas, dan penegak keadilan yang tidak memihak kepentingan politik sesaat.
“Adem dan damai adalah jalan terbaik. Senjata tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan bangsa. Yang dibutuhkan rakyat adalah pelukan, bukan todongan. Yang diharapkan rakyat adalah perlindungan, bukan intimidasi,” tegas seorang aktivis mahasiswa dalam orasinya.
Di tengah berbagai gesekan yang memuncak beberapa hari terakhir, kehadiran TNI tanpa senjata akan menjadi simbol bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyat. Tidak dengan kekerasan, tetapi dengan keteguhan hati dan keberanian untuk merangkul.
Masyarakat Indonesia saat ini berada dalam persimpangan sejarah. Namun keyakinan yang terus digaungkan adalah: bangsa ini tidak boleh tercerai-berai. Dengan mayoritas penduduk Muslim yang menjunjung tinggi nilai ukhuwah, serta TNI yang diharapkan kembali ke jati dirinya sebagai tentara rakyat, harapan besar itu tetap hidup.
Pada akhirnya, pesan rakyat sederhana namun sarat makna: “Mari kita jaga persaudaraan. Jangan lagi ada darah yang tumpah di tanah ini. Kita semua bersaudara dalam merah putih.”
IntegritasNews.my.id – Berdiri di atas prinsip integritas dan kebenaran, menyuarakan nurani rakyat, menjaga persatuan bangsa.
