Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Terekam Diduga Olok-olok Uang Negara: “Kita Rampok Aja Biar Negara Miskin”

 


Integritasnews.my.id | Sabtu, 20 September 2025

Gorontalo – Dunia politik Gorontalo kembali diguncang. Sebuah rekaman video yang beredar di aplikasi WhatsApp pada Jumat malam (19/9/2025) sekitar pukul 20.16 WITA memperlihatkan seorang yang diduga anggota DPRD Provinsi Gorontalo melontarkan pernyataan kontroversial terkait penggunaan uang negara.


Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang pria bersama seorang perempuan berada di dalam sebuah mobil dalam perjalanan menuju Makassar. Sang perempuan terdengar bertanya dengan nada bercanda, “Bos, kita kemana, tujuan kita kemana bos?”

Pertanyaan itu kemudian dijawab sang pria, yang diduga kuat anggota DPRD Provinsi Gorontalo, sambil tertawa:

“Aman negara Makassar kita ini, kita menuju Makassar dengan menggunakan uang negara, kita rampok aja uang negara, kita habiskan aja biar negara ini makin miskin,” ucapnya disambut gelak tawa keduanya.

Lebih jauh, pria itu juga sempat menyebut kalimat yang terdengar samar, di antaranya menyebut “membawa hokil langsung ke Makassar menggunakan uang negara, siapa cih... wahdu merindu Anggota Dewan Profensi Gorontalo nanti selama 2031...” Namun bagian ini tidak sepenuhnya jelas akibat penggunaan bahasa daerah dan kualitas suara dalam rekaman.

Rekaman tersebut memicu gelombang reaksi keras di kalangan masyarakat dan pegiat sosial politik di Gorontalo. Pasalnya, ucapan itu dinilai tidak hanya melecehkan martabat rakyat yang diwakilinya, tetapi juga berpotensi merusak citra lembaga legislatif sebagai pilar demokrasi.

Sejumlah aktivis antikorupsi menilai, meski diucapkan dalam konteks bercanda, pernyataan tersebut tetap menunjukkan mentalitas buruk seorang pejabat publik. “Kalimat itu jelas tidak pantas. Rakyat sedang kesulitan, sementara seorang wakil rakyat malah seenaknya menyebut ‘merampok uang negara’. Publik berhak marah,” tegas seorang penggiat antikorupsi lokal saat dimintai tanggapan.

Hingga berita ini diturunkan, identitas pasti anggota dewan yang terekam dalam video tersebut belum disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang. Namun, video ini sudah terlanjur menyebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, memantik diskusi publik.

Pakar komunikasi politik menilai bahwa kejadian ini seharusnya menjadi alarm serius bagi partai politik dan lembaga legislatif untuk menegakkan etika serta disiplin kader. “Pernyataan bercanda yang menyangkut uang negara tidak bisa dianggap sepele. Ada konsekuensi moral, etika, dan bahkan hukum jika terbukti terkait penyalahgunaan,” ujarnya.

Permintaan Maaf

Tak lama setelah video itu viral, beredar pula rekaman klarifikasi yang memperlihatkan pria tersebut bersama istrinya. Dalam video permintaan maaf yang tersebar di media sosial, ia menyatakan bahwa ucapannya hanyalah bercanda dan tidak bermaksud merendahkan rakyat maupun institusi negara.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Gorontalo dan bangsa Indonesia atas perkataan saya di dalam video tersebut. Itu murni bercanda dan tidak ada maksud lain. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya,” ujarnya dengan wajah tertunduk, didampingi sang istri yang juga ikut menyampaikan permohonan maaf.

Redaksi Integritasnews.my.id masih berupaya menghubungi pihak DPRD Provinsi Gorontalo maupun Badan Kehormatan Dewan untuk meminta klarifikasi resmi terkait beredarnya video ini.

Integritasnews.my.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan update terbaru untuk pembaca.

(Ifa)