Malang | Integritasnews.my.id — Memasuki hari kedua pascainsiden tragis di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pencarian dua korban tenggelam asal Surabaya masih terus dilakukan, Senin (13/10/2025).
Tim gabungan dari Polsek Donomulyo, Koramil Donomulyo, BPBD Malang, Basarnas, dan nelayan lokal dikerahkan sejak pagi untuk menyisir perairan hingga radius lebih dari dua kilometer dari titik kejadian. Namun, tingginya gelombang laut dan arus bawah yang kuat membuat proses pencarian berjalan lambat.
Dua korban yang masih belum ditemukan masing-masing adalah Rafi Naoufal (26) dan Muhammad Mahin (18), keduanya warga Kelurahan Simolawang, Kota Surabaya. Mereka terseret ombak pada Minggu pagi (12/10/2025) saat berlibur bersama rombongan Karang Taruna RW 8.
Satu korban lain, Rinaldy Hidayat (23), ditemukan meninggal dunia kemarin, sementara Muhammad Zulfikar Maulana (23) berhasil selamat setelah sempat terbawa arus.
Kapolsek Donomulyo AKP Gunawan Marsudi, S.Pd menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim gabungan terus melakukan pencarian secara intensif meski terkendala kondisi laut.
“Sejak pagi kami bersama Basarnas dan nelayan melakukan penyisiran laut menggunakan perahu. Arus cukup kuat, jadi kami bagi tim menjadi dua sektor, sisi barat dan timur pantai,” ujar Kapolsek.
Dari pantauan Integritasnews.my.id, sejumlah warga dan keluarga korban dari Surabaya juga tampak mendatangi Pantai Modangan untuk memantau langsung proses pencarian. Suasana haru menyelimuti area bibir pantai, terutama saat gelombang besar datang menghantam garis pantai tempat para petugas bersiap.
Kepala Desa Sumberoto Budi Utomo mengatakan, warga dan relawan setempat turut membantu dengan menyisir tepian karang menggunakan peralatan seadanya.
“Kami berharap korban segera ditemukan. Warga di sini ikut membantu semampunya, ada yang ikut menyisir, ada yang bantu logistik untuk petugas,” tuturnya.
Cuaca di kawasan pesisir Donomulyo sejak pagi memang tidak bersahabat. Data prakiraan BMKG menunjukkan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3 meter, dengan kecepatan angin 25 knot dari arah selatan, kondisi yang kerap memperlambat operasi pencarian laut.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melanjutkan penyisiran di sekitar perairan Modangan dan perbatasan Blitar. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan pantai selatan Jawa, terutama ketika cuaca sedang tidak menentu. Keindahan Pantai Modangan jangan sampai membuat lengah terhadap risiko maut dari ombak besar yang setiap saat bisa datang tiba-tiba.
🖋️ Reporter: Pewarta IFA
📍 Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
© 2025 PT IFA MAKMUR SENTOSA – "Tepat, Lugas, Konsisten"
