Institusi Polri Tercoreng, Oknum Polisi Polres Sampang Diduga Coba Perkosa Calon Tersangka Propam Diminta Bertindak Tegas

 


Sampang, Integritasnews.my.id — Citra Kepolisian Republik Indonesia kembali tercoreng oleh ulah oknum di tubuh Polres Sampang, Madura. Seorang perempuan berinisial NA (32), warga Perumahan Safira, Kelurahan Pliyang, Kecamatan Sampang, diduga nyaris menjadi korban percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi berinisial yang kini tengah diselidiki internal.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada awal September 2025, di salah satu rumah di kawasan perumahan elit tersebut. Berdasarkan kesaksian warga, malam itu korban tampak berlari keluar rumah dalam keadaan ketakutan dan menangis.

 “Kami semua kaget, dia keluar rumah sambil teriak minta tolong. Katanya ada polisi yang mau maksa dia,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, kepada Integritasnews.my.id, Minggu (12/10/2025).


Berawal dari Iming-Iming Bantuan Hukum

Informasi yang dihimpun menyebut, korban sebelumnya tengah menghadapi persoalan hukum dan berstatus calon tersangka dalam sebuah perkara di Polres Sampang. Pelaku diduga memanfaatkan situasi itu dengan mengiming-imingi bantuan hukum dan janji akan ‘mengamankan’ kasus korban.

Namun saat korban menolak ajakan pelaku yang mulai bersikap tak pantas, oknum tersebut justru nekat melakukan percobaan pemerkosaan.

Beruntung korban berhasil melawan dan menendang pelaku di bagian vital hingga akhirnya dapat kabur dan diselamatkan warga.


Upaya Tutup Mulut Diduga Terjadi

Pasca kejadian, muncul dugaan kuat adanya intervensi dari pihak tertentu agar kasus ini tidak mencuat ke publik. Sejumlah sumber internal menuturkan, pelaku diduga mencoba menutupi perbuatannya dengan dalih akan membantu menyelesaikan perkara korban bila insiden itu tidak dilaporkan.

Namun, kabar itu telanjur berembus kencang di kalangan warga Safira dan menjadi perbincangan hangat di media sosial lokal Madura. Warga menilai, kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan demi menjaga marwah institusi Polri.


Polres Sampang Bungkam, Propam Didorong Turun Tangan

Dikonfirmasi terpisah, Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, masih enggan memberikan penjelasan detail.

“Kami belum menerima laporan resmi. Namun akan segera berkoordinasi dengan Propam Polres untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujarnya singkat, saat dihubungi redaksi.

Meski begitu, publik menilai Propam Polda Jawa Timur harus segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan independen, termasuk memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat.


Citra Polri Kembali Jadi Sorotan

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran etik dan kriminalitas yang dilakukan oleh oknum di tubuh kepolisian. Padahal, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kerap menegaskan pentingnya reformasi budaya kerja di internal Polri agar tidak ada lagi tindakan sewenang-wenang dari aparat penegak hukum.

Aktivis hukum dan pemerhati perempuan di Sampang menilai, penanganan kasus ini harus transparan dan tidak ada kompromi, karena menyangkut martabat korban sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

 “Jika benar ada percobaan asusila oleh aparat, ini bukan hanya pelanggaran etik, tapi juga tindak pidana berat. Propam dan Polda Jatim harus memastikan keadilan ditegakkan,” tegas seorang aktivis perempuan lokal.

Kini, masyarakat Sampang menanti langkah tegas dan cepat dari jajaran kepolisian. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, agar kepercayaan publik terhadap institusi Polri tidak semakin tergerus.


🖋️ Laporan: Pewarta IFA

📸 Redaksi Integritasnews.my.id — “Tepat, Lugas, dan Konsisten”