Www Integritasnews my id
BESUKI – Di tangan kanan Sang D.P.O dari LSM Siti Jenar, sebuah simbol kebesaran Nusantara kembali diangkat sebagai wujud semangat dan perlawanan: Tombak Pataka Nuswantoro Majapahit. Benda pusaka ini bukan sekadar simbol, melainkan manifestasi kekuatan, keberanian, dan semangat pantang menyerah yang diwariskan dari masa ke masa.
Namun di balik keagungannya, tersimpan kenyataan yang membuat hati bangsa tergetar: wujud asli Tombak Pataka Majapahit kini berada jauh dari tanah air, tepatnya di The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat.
Sejak tahun 2020, pusaka yang menjadi saksi kejayaan Nusantara itu menjadi bagian koleksi museum bergengsi dunia—menandakan betapa banyak warisan sejarah Indonesia kini tersimpan di luar negeri.
Warisan Suci dari Singasari Menuju Majapahit
Tombak Pataka Nuswantoro diyakini merupakan pusaka raja turun-temurun, bahkan telah ada sejak era Kerajaan Singasari, jauh sebelum Majapahit berdiri megah di abad ke-13.
Dalam catatan sejarah dan tradisi lisan, tombak ini adalah simbol legitimasi kekuasaan dan kehormatan raja, sekaligus lambang perlawanan terhadap kezaliman dan penjajahan.
“Simbol tombak ini bukan hanya benda mati, melainkan roh perjuangan dan kekuatan batin Nusantara. Ia menggambarkan semangat pantang menyerah, keberanian, dan kebesaran jiwa para leluhur kita,” ungkap Sang D.P.O – Siti Jenar From Besuki City, saat diwawancarai Integritasnews.my.id, Sabtu (11/10/2025).
Dari Spirit Leluhur Menjadi Identitas LSM dan Media Modern
Sejak tahun 2017, LSM Siti Jenar bersama PT Siti Jenar Group Multimedia telah menjadikan logo Tombak Pataka Nuswantoro sebagai identitas resmi perjuangan dan kebudayaan.
Logo tersebut kini tersemat di 15 website resmi yang tergabung dalam jaringan media di bawah naungan PT Siti Jenar Group Multimedia — sebuah langkah nyata menjaga nilai-nilai sejarah melalui dunia digital.
“Bagi kami, tombak pataka bukan sekadar simbol, tetapi identitas spiritual dan nasionalisme modern. Kami ingin semangat itu hidup dalam setiap karya, setiap tulisan, dan setiap gerakan sosial yang kami lakukan,” jelasnya.
Gerakan ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga upaya menghidupkan kembali semangat Majapahit dan Singasari di tengah generasi milenial yang kian tergerus modernisasi. Melalui media, budaya, dan teknologi, LSM Siti Jenar ingin menghadirkan kembali roh perjuangan Nusantara dalam bentuk yang relevan dengan zaman.
Bangga Meski Pusaka Asli Berada di Negeri Orang
Meski tombak pusaka itu kini berada jauh di Amerika, kebanggaan terhadap simbol Pataka Nuswantoro tetap menyala di dada para penerusnya.
Bagi LSM Siti Jenar dan jaringan medianya, semangat dan makna dari pusaka itu jauh lebih penting daripada bentuk fisiknya.
“Selama semangatnya masih hidup di hati kami, selama generasi muda masih bangga pada sejarah bangsanya, maka Tombak Pataka Nuswantoro tidak pernah benar-benar pergi dari bumi Nusantara,” tegas Sang D.P.O dengan nada penuh keyakinan.
Kini, semangat Majapahit dan Singasari kembali bergema — bukan di medan perang, tapi di ruang digital, ruang publik, dan hati rakyat yang masih mencintai tanah airnya.
Tombak Pataka Nuswantoro bukan sekadar artefak kuno, tapi simbol kebangkitan jiwa bangsa Indonesia yang tak akan pernah pudar dimakan waktu.
🕊️ Oleh: Ifa – Pewarta Integritasnews.my.id
📍 Besuki, 11 Oktober 2025

