Mas Sutasin SH: Pemilik CV KISWA PUTRA MANDIRI Baturaja, Pelopor Pupuk Organik dari Ogan Komering Ulu


Penulis: Mas Sutasin SH | Integritasnews.my.id

Slogan: Tepat, Lugas, Konsisten


Baturaja, Ogan Komering Ulu — Dari sebuah gudang sederhana di pinggiran Baturaja, sosok Mas Sutasin SH, pemilik CV KISWA PUTRA MANDIRI, membuktikan bahwa ketekunan dan inovasi dapat menumbuhkan usaha yang bukan hanya menguntungkan, tetapi juga memberi manfaat bagi ribuan petani di berbagai daerah.

Bergerak di bidang distribusi pupuk organik, CV KISWA PUTRA MANDIRI berdiri sejak tahun 2018, tepat ketika pemerintah mulai mendorong penggunaan pupuk ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian alam.


Awal Perjalanan: Dari Penjualan Pupuk Kimia ke Revolusi Pupuk Organik

Sebelum mendirikan usahanya, Mas Sutasin SH bekerja sebagai tenaga penjualan di perusahaan pupuk kimia. Dari sana ia menyadari dua hal penting:

pertama, petani membutuhkan pupuk berkualitas dengan harga terjangkau; kedua, keluhan terhadap pupuk subsidi yang sering terlambat menjadi persoalan klasik di lapangan.

“Waktu itu saya berpikir, harus ada jalan keluar. Petani butuh kepastian pasokan dan hasil panen yang baik,” ungkap Sutasin.

Dari tekad itu, lahirlah CV KISWA PUTRA MANDIRI — produsen sekaligus distributor pupuk organik berbahan baku limbah pertanian seperti sekam padi, limbah sayur, dan kotoran ternak.


Tahap Awal: Tantangan Logistik dan Solusi Lapangan

Membangun gudang di daerah pertanian ternyata tidak mudah. Akses jalan sempit dan biaya transportasi tinggi membuat pengiriman pertama mengalami keterlambatan dua minggu.

Namun dari pengalaman pahit itu, Sutasin belajar bahwa logistik adalah urat nadi bisnis pertanian. Ia kemudian bermitra dengan pemilik truk lokal dan mengatur kontrak pengiriman yang efisien.

Langkah itu berhasil memangkas biaya logistik hingga 15 persen hanya dalam beberapa bulan.

“Dengan memahami jalur distribusi dan bekerjasama dengan masyarakat lokal, efisiensi bisa tercapai tanpa mengorbankan kualitas,” tuturnya.


Membaca Pasar dan Menyusun Produk Sesuai Kebutuhan Petani

Awalnya, perusahaan ini hanya menjual satu jenis pupuk kompos. Namun setelah melakukan kunjungan langsung ke kelompok tani, Sutasin menyadari bahwa setiap lahan memiliki karakter berbeda.

Petani hortikultura memerlukan pupuk cepat larut, sedangkan lahan gambut butuh nutrisi tambahan. Ia pun menggandeng laboratorium pertanian untuk mengembangkan dua varian baru pupuk organik.

Hasilnya, penjualan meningkat 30 persen hanya dalam enam bulan.

“Petani adalah mitra utama. Kalau kita dengar kebutuhan mereka, produk kita pasti diterima,” ujarnya yakin.


Tantangan Regulasi: Dari Beban Menjadi Peluang

Tahun 2021, pemerintah memberlakukan aturan baru: distributor pupuk harus memiliki sertifikasi ISO 9001. Alih-alih mundur, Sutasin memilih menempuh jalur panjang untuk meraih sertifikat itu.

Keputusan ini terbukti tepat — perusahaan tak hanya memenuhi syarat tender pemerintah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan petani terhadap mutu produk.

“Patuh terhadap aturan itu penting, bukan karena terpaksa, tapi karena justru membuka jalan lebih luas,” ujarnya.


Krisis Sekam Padi 2022: Saat Diversifikasi Menyelamatkan Usaha

Pada akhir 2022, kekurangan sekam padi akibat perubahan musim membuat produksi terhenti selama tiga minggu. Tak ingin pasrah, Sutasin mencari sumber bahan alternatif — mulai dari limbah kelapa sawit hingga residu industri makanan.

Diversifikasi itu terbukti menjadi penyelamat. Produksi kembali berjalan, bahkan biaya bahan baku bisa ditekan karena beberapa bahan baru lebih murah dan mudah diperoleh.

“Kalau mau maju, jangan terpaku pada satu sumber. Alam selalu menyediakan alternatif,” katanya penuh keyakinan.


Pencapaian Lima Tahun: Dari Desa ke Pasar Ekspor

Kini, setelah lima tahun beroperasi, CV KISWA PUTRA MANDIRI telah melayani lebih dari 200 kelompok tani di tiga provinsi, dengan omzet tahunan mencapai Rp 12 miliar.

Tak berhenti di situ, perusahaan asal Baturaja ini mulai menjajaki peluang ekspor pupuk organik ke negara tetangga yang menerapkan regulasi ketat dalam pertanian berkelanjutan.

“Ekspor bukan hanya soal keuntungan, tapi pembuktian bahwa karya anak bangsa bisa bersaing di pasar global,” ujar Sutasin bangga.


Lima Pelajaran dari Lapangan

1. Dengarkan Petani — Produk yang baik lahir dari kebutuhan nyata.

2. Logistik yang Efisien — Mitra lokal adalah kunci rantai pasok.

3. Patuh Regulasi — Sertifikasi membawa peluang besar.

4. Diversifikasi Bahan Baku — Fleksibilitas menjaga produksi tetap stabil.

5. Kualitas Adalah Investasi — Kepercayaan pelanggan dibangun lewat hasil nyata.


Kini, CV KISWA PUTRA MANDIRI bukan sekadar usaha pupuk, tetapi simbol kebangkitan wirausaha pertanian dari daerah. Dari Baturaja, Ogan Komering Ulu, semangat itu terus tumbuh — menginspirasi banyak petani untuk beralih ke sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan mandiri.


Reporter: Mas Sutasin SH

Integritasnews.my.id

Tepat, Lugas, Konsisten.