Ridwan Bae Di Demo, GPMI: Aksi Tidak Berdasar & Diduga Bermotif Lain


Sultra, IntegritasNews.my.id — Gelombang demonstrasi yang menyasar tokoh nasional asal Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) menyatakan sikap resmi, menilai aksi demo yang berlangsung di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tidak berdasar dan bahkan diduga sarat motif tersembunyi yang jauh dari kepentingan publik.

Ketua Umum GPMI, Andrianto, menegaskan bahwa serangan tuduhan terhadap Ridwan Bae terlihat dipaksakan dan tidak disertai bukti yang memenuhi standar advokasi publik.

 “Kami sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh teman-teman yang minim data. Dari rilis mereka, terlihat jelas bahwa yang dicari itu bukan kebenaran, melainkan kesalahan yang dipaksakan. Demo itu seharusnya membawa data yang jelas dan akurat. Kami menduga ada motif lain,” ujar Andrianto, yang akrab disapa Anto.

Ia menegaskan bahwa GPMI sudah lama mengikuti rekam jejak politik Ridwan Bae, dan menyebut bahwa tokoh nasional dari Sulawesi Tenggara itu memiliki reputasi bersih, sekaligus konsisten memperjuangkan pembangunan daerah, terutama sektor infrastruktur.


Dugaan Permintaan Uang, Cederai Dunia Aktivisme

Situasi semakin panas setelah pernyataan Ridwan Bae yang mengungkap adanya dugaan permintaan sejumlah uang berkaitan dengan aksi demonstrasi tersebut. Menurutnya, ada pihak yang mencoba mengaitkan tuntutan demonstrasi dengan transaksi tertentu—sebuah praktik yang jelas bertentangan dengan nilai gerakan mahasiswa.


Andrianto merespons hal itu dengan tegas.

 “Kami membaca pemberitaan yang beredar bahwa Ridwan mengungkap adanya dugaan permintaan uang terkait aksi tersebut. Ini tidak dapat dibenarkan dan sangat mencederai nama aktivis. Aksi kok berujung modus 86? Itu memalukan. Aksi seharusnya demi kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan seperti itu bukan hanya merusak citra gerakan mahasiswa secara nasional, tetapi juga mencoreng nama baik tokoh Sultra yang selama ini memiliki rekam jejak positif dan kontribusi besar bagi pembangunan daerah.


GPMI Minta Aparat Tegas: “Laporkan, Jangan Dibiarkan”

Dalam pernyataan sikap resminya, GPMI menyatakan dukungan penuh kepada Ridwan Bae untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum agar tidak menjadi preseden buruk bagi dunia aktivisme Indonesia.

“Oleh karena itu kami mendukung penuh langkah Ridwan Bae untuk melaporkan pihak-pihak yang mencoba memeras atau melakukan tindakan yang mencoreng nama baiknya. Ini sudah merusak nama baik aktivis dan juga tokoh kami dari Sultra,” ujar Anto.

Menurut GPMI, tindakan tegas diperlukan agar ruang demokrasi tidak dicemari oleh praktik-praktik yang mengaburkan antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi. Mereka menilai bahwa kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus tetap berada dalam koridor etika dan integritas, bukan dijadikan instrumen tekanan untuk keuntungan tertentu.


Ridwan Bae: Tokoh Sultra yang Jadi Target Serangan Tanpa Dasar

Ridwan Bae, yang dikenal sebagai figur penting asal Sulawesi Tenggara, dianggap memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah, terutama dalam memperjuangkan anggaran dan proyek infrastruktur. Rekam jejaknya itulah yang menurut GPMI membuatnya sering menjadi target serangan politik—terutama jelang dinamika politik nasional yang semakin menghangat.

GPMI menekankan bahwa pembunuhan karakter melalui demonstrasi tanpa data adalah pola lama yang harus dilawan.


Integritas Gerakan Mahasiswa Dipertaruhkan

Kasus ini membuka kembali perdebatan mengenai degradasi moral sebagian kecil kelompok yang membawa nama “aktivis”. GPMI menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat upaya-upaya yang mencederai martabat gerakan mahasiswa.

Bagi GPMI, integritas adalah fondasi. Dan ketika ada pihak yang melakukan aksi untuk kepentingan transaksional, itu bukan hanya merusak citra kelompok tersebut—melainkan merusak seluruh gerakan mahasiswa Indonesia.


Pewarta: ALF

IntegritasNews.my.id — Tepat, Lugas, Konsisten