Plaza Memory Reuni Ikacorona: Ketika Alumni Pulang Kampung, SMK Indo Baruna Rayakan Kenangan dan Mimpi Besar di Tanah Sendiri


Integritasnews.my.id — Tepat, Lugas, Konsisten

Bangkalan — Sabtu sore itu, angin laut dari Jungkar berhembus pelan membawa aroma senja yang hangat. Di halaman SMK Indo Baruna, ratusan alumni lintas angkatan kembali menjejakkan kaki pada tanah yang pernah membesarkan mimpi mereka. Berbalut kebersamaan dan nostalgia, acara bertajuk "Plaza Memory Reuni Ikacorona" — Ikatan Alumni Korps Indo Baruna — menjadi bukti bahwa rumah pendidikan tidak hanya membina kompetensi, namun juga membentuk karakter yang terus hidup dalam ingatan para pelaut masa depan.

Acara berlangsung di kompleks gedung baru SMK Indo Baruna, Dusun Jungkar, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Sore itu, bangku-bangku tersusun rapi, lampu sorot menyala satu per satu, dan tawa para alumni pecah saling menyambut — seolah tak pernah ada jarak waktu di antara mereka.

Di antara tamu yang hadir tampak Mayor Agus Pujiono Ketua Yayasan Cendikia Samudera, Abdul Manaf Sekretaris Yayasan, Drs. Lami Kepala SMK Indo Baruna, Jumawan Ketua Komite, perangkat Desa Sukolilo Barat, para guru, serta siswa siswi yang dengan bangga mempersembahkan sajian acara bagi para senior mereka.


Sambutan Hangat dan Mimpi yang Dibangun Pelan-Pelan

Acara dibuka dengan dentuman musik band siswa yang menghidupkan suasana. Setelah doa bersama, Kepala Sekolah Drs. Lami menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya terhadap para alumni yang telah menjaga nama baik sekolah dengan prestasi dan dedikasi di dunia kerja.

 "Sekolah ini berdiri, tumbuh, dan kami bangun hingga memiliki gedung sendiri juga berkat doa para alumni. Kami berharap dukungan terus mengalir, terutama untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Semoga pintu rezeki dan kebaikan selalu kembali kepada panjenengan semua," ucapnya penuh harap.

Sambutan itu disambut tepuk tangan meriah. Tidak lama kemudian, Abdul Manaf menggugah kenangan kolektif dengan membawakan lagu "Ku Tak Bisa" — seketika halaman sekolah berubah menjadi ruang karaoke massal. Suara hadirin bersahutan, seolah kembali menjadi pelajar yang bernyanyi sambil memegang sapu atau buku catatan di kelas.

Puncak keriuhan terjadi ketika siswa dan alumni menari bersama senam kreasi “Caiya-Caiya”, memadukan euforia mudanya dengan pengalaman para senior. Momen itu menjadi simbol, bahwa gerak baru sekolah hari ini merupakan sambungan dari langkah para alumni kemarin.


Kisah Alumni yang Kini Mengabdi di Laut, Pelabuhan, dan Instansi Pemerintah

Layar panggung berubah menjadi ruang cerita. Para alumni satu per satu naik ke depan, membagikan memori ketika masih mengenakan seragam biru-hitam khas kemaritiman. Kedisiplinan, kerja keras, hingga cerita terkena hukuman push-up menjadi bumbu hangat reuni sore itu.

Namun yang paling membanggakan adalah cerita pasca-lulus. Banyak dari mereka kini berdiri tegak di bidang strategis.

Sebut saja Viganda, alumni angkatan Samudera 3 yang saat ini bekerja di lingkungan Pelindo Regional 3 Surabaya. Ada pula yang bertugas di Bea Cukai Jawa Timur, di Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Banjarmasin, dan berbagai perusahaan nasional maupun multinasional. Tidak sedikit pula yang kini berseragam TNI dan Polri, mengabdi pada negara.

Prestasi alumni itu menjadi bukti bahwa sekolah yang dulunya sederhana, kini mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang berlayar pada jalur karier masing-masing.


Gedung Baru, Misi Baru — Indo Baruna Tidak Lagi Menumpang

Ketua Komite Jumawan mengungkapkan bahwa reuni tahun ini memiliki makna emosional mendalam. Jika reuni pertama dilakukan di Surabaya dengan menyewa tempat, maka reuni kedua ini menjadi sejarah — reuni pertama di gedung sendiri.

"Tanah ini milik kita. Ruang ini rumah kita. Doa kami, para alumni terus kembali, ikut membesarkan sekolah yang kini berdiri di atas lahan sekitar 5000 meter persegi ini," ujarnya.

Sejak Juni 2025, SMK Indo Baruna resmi pindah dari Surabaya ke Bangkalan dan kini sedang membangun kelas serta fasilitas pendukung. Tahun 2026 direncanakan pembangunan laboratorium, mess siswa, dan ruang praktek kemaritiman modern. Progres bergerak pelan namun pasti — seperti kapal yang mengarungi ombak besar namun tetap menuju pelabuhan tujuan.


Membuka Pintu Generasi Baru Pelaut Indonesia

Untuk tahun ajaran baru, sekolah membuka SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) dengan dua kompetensi unggulan: Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Pendaftar telah datang dari berbagai daerah, bahkan luar Jawa. Bagi siswa luar kota, sekolah menyediakan mess khusus agar proses belajar tetap nyaman.

Sekolah ini tidak hanya mendidik untuk bekerja, tapi membentuk karakter maritim yang tahan badai, disiplin, beradab, dan siap bersaing di industri pelayaran global.


Reuni Bukan Sekadar Pamer Kesuksesan, Tapi Pulang dan Bersaksi

Senja runtuh pelan, lampu halaman menyisakan cahaya kuning keemasan yang membingkai tawa alumni. Di tengah nostalgia itu, ada satu kesadaran yang tumbuh: rumah pendidikan tidak pernah meninggalkan muridnya — muridlah yang akan selalu punya alasan untuk kembali.

SMK Indo Baruna mungkin tidak besar sejak awal, namun hari ini ia sedang membangun lembar baru: memperkuat tradisi maritim, menanamkan kedisiplinan, dan mencetak generasi pelaut masa depan.

Reuni sore itu bukan hanya pertemuan, tapi penegasan bahwa masa lalu menjadi pondasi bagi masa depan.

Dan SMK Indo Baruna telah memulai pelayaran panjangnya — kapal pendidikan yang tak lagi menumpang, tetapi kini berlabuh di tanah sendiri, menuju samudera harapan lebih luas.


(Pewarta: Ifa | Integritasnews.my.id)