SATPAS COLOMBO Surabaya Luncurkan Standar Layanan Baru: Lebih Cepat, Lebih Humanis, Lebih Transparan


Surabaya, 4 Desember 2025 — Integritasnews.my.id

Upaya pembenahan pelayanan publik kembali ditegaskan oleh Satuan Penyelenggara Administrasi (SATPAS) COLOMBO Surabaya. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai peningkatan signifikan dilakukan untuk memastikan proses pembuatan hingga perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) berjalan semakin efisien, modern, dan berintegritas tinggi.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M. menegaskan bahwa pembaruan layanan bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi budaya kerja yang ditanamkan di seluruh jajaran petugas. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, jelas, dan tanpa pungutan liar.

 “Kami ingin pelayanan SIM benar-benar menjadi wajah modern Polri. Setiap pemohon harus dapat merasakan proses yang mudah, transparan, dan tidak berbelit–belit. Ini komitmen kami,” tegas AKBP Galih Bayu.


Standar Baru: Dari Digitalisasi Antrean hingga Pengawasan Terbuka

Memasuki Desember 2025, SATPAS COLOMBO meluncurkan beberapa standar layanan terbaru:


1. Sistem Antrean Digital Versi Pembaruan 2025

Teknologi antrean kini dilengkapi fitur:

Notifikasi real-time,

Estimasi waktu tunggu,

Penyesuaian kapasitas hingga jam sibuk.


Langkah ini terbukti menekan waktu tunggu rata-rata pemohon dan menghindari kerumunan di area pelayanan.


2. Zona Transparansi Pelayanan

SATPAS kini menerapkan:

Informasi tarif resmi yang diperbesar dan dipasang di seluruh area layanan,

Rekaman CCTV terbuka yang dapat dilihat publik di area informasi,

Ruang pengaduan cepat yang langsung ditangani oleh petugas khusus.

Kebijakan ini dihadirkan untuk memastikan setiap pemohon memperoleh kepastian proses tanpa intervensi pihak mana pun.


3. Ruang Praktik Berstandar Nasional

Area ujian praktik kendaraan R2 dan R4 kini telah diperbarui dengan:

Jalur praktik lebih lebar,

Penanda visual yang jelas untuk pemohon baru,

Simulasi digital yang bisa dicoba sebelum ujian.


 “Kami memahami banyak pemohon merasa gugup saat ujian. Dengan fasilitas baru, kami ingin mereka merasa siap, tenang, dan paham alurnya,” jelas AKBP Galih.


4. Layanan Humanis dan Inklusif

Sebagai bagian dari pelayanan publik nasional, SATPAS COLOMBO juga menyediakan:

Ruang laktasi terpisah,

Jalur prioritas penyandang disabilitas,

Area tunggu ramah keluarga,

Petugas pendamping bagi pemohon lanjut usia.


Semua fasilitas ini merupakan implementasi nyata pelayanan publik “Polri Presisi” yang meletakkan masyarakat sebagai pusat perhatian.


Respons Masyarakat Meningkat, Kepercayaan Publik Menguat

Data internal menunjukkan peningkatan jumlah pemohon di bulan November—Desember 2025. Lonjakan ini tak hanya disebabkan kebutuhan akhir tahun, tetapi juga karena meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan SATPAS COLOMBO.

Beberapa pemohon yang ditemui menilai bahwa proses kini jauh lebih tertib, jelas, dan mudah dipahami. Petugas dinilai responsif serta konsisten memberikan informasi yang seragam, baik dari loket awal hingga ujian praktik.


Mendorong Standar Baru Pelayanan Publik di Jawa Timur

SATPAS COLOMBO Surabaya secara bertahap diproyeksikan menjadi model layanan publik modern bagi wilayah Jawa Timur. Dengan penguatan disiplin internal, digitalisasi pelayanan, dan pengawasan yang lebih terbuka, institusi ini ingin menunjukkan bahwa transformasi birokrasi bisa dilakukan tanpa ribut, tetapi melalui kerja harian yang konsisten.

 “Integritas tidak bisa dibuat sekejap. Kami membangunnya perlahan, dari sikap petugas hingga sistem kerja. Tujuannya hanya satu: masyarakat pulang dengan rasa puas,” pungkas AKBP Galih Bayu.

Sebagai garda terdepan pelayanan SIM di Kota Surabaya, SATPAS COLOMBO terus memperkuat diri sebagai institusi yang tepat, lugas, dan konsisten — sesuai karakter pemberitaan Integritasnews.my.id yang selalu mengedepankan akurasi dan fakta.


Penulis: IFA

Editor: Redaksi Integritasnews.my.id

Tanggal: 4 Desember 2025

Sumber: Observasi Lapangan & Dokumentasi SATPAS COLOMBO Surabaya