Longsor Terjang Lokasi Pembangunan Wisata Di Cisempur, Empat Pekerja Masih Dalam Pencarian


Sumedang, Integritasnews.my.id — Musibah tanah longsor kembali mengingatkan akan rapuhnya keseimbangan alam ketika pembangunan tidak diimbangi kehati-hatian maksimal. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Longsor terjadi di lokasi pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang direncanakan menjadi bagian dari kawasan wisata terpadu, termasuk fasilitas lapangan futsal. Saat kejadian, sejumlah pekerja tengah melakukan aktivitas konstruksi di area lereng yang diketahui memiliki kontur tanah cukup curam.


Akibat longsoran material tanah dan bebatuan, enam orang pekerja tertimbun. Dari jumlah tersebut, dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat pekerja lainnya hingga berita ini diturunkan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Berdasarkan informasi awal dari petugas di lapangan, tidak terdapat hujan lebat sebelum peristiwa terjadi. Dugaan sementara, longsor dipicu oleh ketidakstabilan struktur tanah dan lereng, yang diduga tidak mampu menahan beban galian dan konstruksi TPT.

Upaya evakuasi dilakukan secara intensif oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD Kabupaten Sumedang, serta Basarnas. Proses pencarian korban berlangsung penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah yang masih sangat labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Dalam operasi ini, petugas tidak hanya mengandalkan peralatan manual dan alat berat terbatas, namun juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Langkah ini diambil guna mempercepat proses pencarian sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan tim penyelamat.

Aparat setempat juga telah mensterilkan lokasi kejadian dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area longsor, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Garis pengamanan dipasang, dan pengawasan terus dilakukan secara ketat.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, khususnya dalam pelaksanaan pembangunan di kawasan dengan kerentanan geologis tinggi. Aspek kajian teknis, keselamatan kerja, serta mitigasi bencana dinilai harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap administratif.


Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Harapan besar disematkan agar keempat pekerja yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan, serta tidak ada lagi korban jiwa dalam musibah ini.

Integritasnews.my.id akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyajikan informasi terbaru secara akurat dan berimbang kepada publik.


Pewarta: Alex