Integritasnews.my.id | Surabaya
Pewarta: Ifa
Dalam upaya memperkokoh fondasi moral, spiritual, dan karakter prajurit, Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menegaskan pentingnya keteladanan akhlak Rasulullah SAW sebagai pijakan utama dalam membentuk prajurit TNI AD yang PRIMA. Penegasan tersebut disampaikan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang digelar di Masjid At-Taqwa Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (21/01/2026).
Peringatan hari besar keagamaan ini berlangsung khidmat dan sarat makna, mencerminkan kuatnya tradisi religius serta komitmen Kodam V/Brawijaya dalam membangun prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
Turut hadir mendampingi Pangdam V/Brawijaya dalam kegiatan tersebut, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Inspektur Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., serta Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Dr. Singgih Pambudi Arinto, S.I.P., M.M., M.Han. Hadir pula para Asisten Kasdam, perwira menengah dan pertama, bintara, tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kodam V/Brawijaya.
Dengan mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang PRIMA Guna Menuju Indonesia Maju,” kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh prajurit untuk memperkuat integritas diri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam tausiyahnya, Mayor Caj Muhammad Sholihuddin, S.Ag., selaku Kasibinmusmontra Bintaljarahdam V/Brawijaya, menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung nilai spiritual yang sangat mendalam, khususnya dalam membentuk kepribadian yang beriman, jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan sebagai pedoman moral bagi prajurit TNI dalam menghadapi dinamika dan tantangan tugas yang semakin kompleks.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya dalam sambutannya menekankan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan secara nyata dalam sikap, perilaku, dan pengabdian prajurit. Ia menegaskan bahwa karakter prajurit PRIMA—Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif—tidak hanya dibentuk melalui latihan dan pendidikan militer, tetapi juga melalui penguatan iman dan akhlak mulia.
“Prajurit TNI AD harus memiliki keseimbangan antara kemampuan profesional dan kekuatan moral spiritual. Keteladanan Rasulullah SAW menjadi sumber nilai yang membentuk prajurit berintegritas, berdisiplin tinggi, dan setia kepada NKRI,” tegas Mayjen TNI Rudy Saladin.
Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, melainkan sarana pembinaan mental dan rohani yang strategis dalam membangun TNI AD yang solid, humanis, dan berkarakter kuat.
Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, diharapkan seluruh prajurit dan PNS Kodam V/Brawijaya semakin memperteguh keimanan, meningkatkan kualitas pengabdian, serta menumbuhkan semangat juang yang dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab demi kejayaan TNI AD dan kemajuan Indonesia.

