Penasehat Pers Bukan Pelengkap, Ali Kurnia (Alex): “Tanpa Pendampingan Hukum dan Etika, Wartawan Rentan Dikorbankan”


WwwIntegritanews my id–

Jabar - Di tengah semakin kompleksnya tantangan dunia pers, keberadaan penasehat media dan kebijakan jurnalistik menjadi kebutuhan mutlak, bukan sekadar formalitas organisasi. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ali Kurnia, yang akrab disapa Alex, selaku Penasehat Media Integritanews, saat memberikan pandangannya terkait posisi strategis penasehat dalam menjaga marwah profesi wartawan.

Menurut Alex, wartawan hari ini tidak hanya dituntut cepat dan tajam, tetapi juga harus mampu berdiri kokoh di tengah tekanan hukum, politik, dan kepentingan tertentu yang kerap membayangi kerja jurnalistik.

“Pers itu pilar demokrasi, tapi wartawan sering kali berdiri sendirian di garis depan. Tanpa penasehat yang memahami hukum dan etika jurnalistik, wartawan sangat rentan dikorbankan oleh kepentingan yang lebih besar,” tegas Ali Kurnia (Alex).

Penasehat Sebagai Benteng Perlindungan Wartawan

Alex menegaskan bahwa peran penasehat media bukan hanya hadir ketika masalah hukum muncul, melainkan harus aktif sejak awal dalam memberikan panduan agar setiap produk jurnalistik tetap kuat secara fakta, namun aman secara hukum.

“Penasehat bukan pemadam kebakaran. Tugas utama kami justru mencegah wartawan terjerumus ke persoalan hukum akibat pemberitaan yang sebenarnya benar, tapi diserang dengan cara-cara tidak sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak kasus kriminalisasi pers terjadi bukan karena kesalahan wartawan, melainkan karena ketidaksiapan menghadapi tekanan hukum dari pihak yang merasa terganggu oleh kebenaran.

Etika Jurnalistik Adalah Nafas Pers

Dalam keterangannya, Alex juga menyoroti pentingnya etika sebagai nafas utama jurnalistik. Menurutnya, berita yang tajam tanpa etika hanya akan melahirkan sensasi sesaat, namun merusak kepercayaan publik dalam jangka panjang.

“Kalau pers kehilangan etika, maka yang runtuh bukan hanya media, tapi kepercayaan masyarakat. Penasehat hadir untuk memastikan idealisme wartawan tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial,” kata Alex dengan nada tegas.

Pendampingan Hukum Bukan Bentuk Ketakutan

Alex menolak anggapan bahwa pendampingan hukum membuat wartawan menjadi takut atau tidak berani. Justru sebaliknya, ia menyebut pendampingan adalah bentuk penguatan mental dan profesionalisme.

“Wartawan yang paham hukum dan didampingi penasehat akan lebih berani, lebih tenang, dan lebih fokus menyampaikan fakta. Karena dia tahu, kebenaran yang diperjuangkan tidak dibiarkan sendirian,” jelasnya.

Mendorong Media Lebih Berintegritas

Sebagai Penasehat Media Integritanews, Alex menegaskan komitmennya untuk terus mendorong media agar tidak hanya cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga kuat secara moral dan hukum.

“Media yang besar bukan hanya yang viral, tapi yang konsisten menjaga integritas. Di situlah fungsi penasehat: menjaga agar media tetap lurus, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik,” pungkas Ali Kurnia (Alex).

Penutup

Dengan peran strategis penasehat media, diharapkan wartawan dan organisasi pers mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan keberanian dan martabatnya. Sinergi antara redaksi, wartawan, dan penasehat menjadi kunci utama agar pers tetap merdeka, dipercaya, dan berwibawa.

Pewarta : Redaksi

Media : Integritanews 

Penasehat : Ali Kurnia,  (Alex)