Longsor Tutup Total Jalur Trenggalek–Ponorogo di KM 17, Warga Histeris, Akses Lumpuh Total


Trenggalek, Integritasnews.my.id – Selasa (03/03/2026)

Suasana sore di jalur penghubung Trenggalek–Ponorogo mendadak berubah mencekam. Sejumlah warga dan pengendara berteriak histeris saat tebing di Kilometer (KM) 17 wilayah Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, mengalami longsor hebat pada Selasa sore (03/03/2026).

Material tanah, batu, dan pepohonan dari tebing setinggi puluhan meter ambrol dan menutup seluruh badan jalan. Dalam hitungan detik, akses vital yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Ponorogo lumpuh total.

Beberapa saksi mata menyebutkan, sebelum longsor terjadi, terdengar suara gemuruh dari arah atas tebing. Tak lama berselang, tanah dan bebatuan meluncur deras ke bawah, memicu kepanikan warga sekitar dan pengendara yang melintas.

“Awalnya terdengar suara seperti retakan, lalu tiba-tiba tanah turun deras. Orang-orang langsung teriak dan menjauh,” ungkap salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.

Akses Ditutup Total, Pengendara Diminta Putar Balik

Akibat longsor tersebut, jalur utama Trenggalek–Ponorogo tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aparat bersama warga setempat segera melakukan pengamanan sementara dan meminta para pengendara untuk memutar arah demi keselamatan.

Kemacetan sempat terjadi di kedua sisi jalan sebelum akhirnya arus kendaraan dialihkan. Jalur ini dikenal sebagai salah satu akses strategis mobilitas warga antarwilayah, termasuk distribusi logistik dan aktivitas ekonomi harian.

Wilayah Rawan, Intensitas Hujan Diduga Jadi Pemicu

Secara geografis, kawasan Kecamatan Tugu memang dikenal memiliki kontur perbukitan dengan kemiringan tebing yang cukup curam. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Trenggalek dan sekitarnya dilaporkan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Kondisi tanah yang labil diduga menjadi faktor utama pemicu longsor. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil kajian dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur rawan longsor pada musim penghujan.

Menunggu Penanganan dan Normalisasi Jalur

Proses pembersihan material longsor diperkirakan membutuhkan alat berat mengingat volume tanah dan bebatuan yang cukup besar. Penutupan jalur berpotensi berlangsung hingga proses evakuasi dan penilaian keamanan tebing dinyatakan aman.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Trenggalek menuju Ponorogo atau sebaliknya diimbau mencari jalur alternatif serta mengikuti arahan petugas di lapangan.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah dengan karakteristik perbukitan dan curah hujan tinggi seperti kawasan selatan Jawa Timur.

Pewarta: Ifa

Editor: Redaksi Integritasnews.my.id

Tepat, Lugas, Konsisten