Tradisi Lebaran Penuh Makna di Kediri, Pewarta Iskandar Perkuat Silaturahmi Keluarga Besar


KEDIRI, INTEGRITASNEWS.MY.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Raya Idul Fitri di Desa Laharpang, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, pada Minggu, 22 Maret 2026. Tradisi tahunan yang sarat nilai kebersamaan ini kembali digelar oleh keluarga besar Pewarta Iskandar, yang dikenal sebagai sesepuh keluarga sekaligus tokoh agama di lingkungan tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum Lebaran hari pertama dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi. Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, keluarga besar dari pihak istri mulai berdatangan ke kediaman Pewarta Iskandar pada sore harinya. Kehadiran anak, cucu, hingga keponakan menciptakan suasana yang ramai, hangat, dan penuh kebahagiaan.


Dalam tradisi yang telah mengakar kuat ini, salah satu momen yang paling dinanti adalah pembagian ampao kepada anak-anak. Pewarta Iskandar telah mempersiapkan secara khusus pemberian tersebut, yang ditujukan bagi anak-anak mulai dari usia kecil hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tradisi ini tidak sekadar berbagi rezeki, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang, perhatian, serta upaya menanamkan nilai kebersamaan dalam keluarga.


“Alhamdulillah, setiap tahun setelah Lebaran hari pertama, anak-anak sudah menunggu momen ini. Kami siapkan ampao untuk mereka, sebagai bentuk kebahagiaan dan berbagi rezeki di hari yang fitri,” ujar Pewarta Iskandar.

Ia menambahkan, tradisi tersebut akan terus dijaga sebagai bagian dari warisan keluarga. “Yang terpenting bukan besar kecilnya, tapi kebersamaan dan silaturahmi tetap terjaga,” tambahnya.

Tak berhenti di hari pertama, rangkaian kegiatan keluarga besar ini berlanjut hingga hari ketiga Lebaran. Sebuah acara makan bersama digelar sebagai penutup, yang menjadi momen refleksi sekaligus memperkuat ikatan antar anggota keluarga sebelum kembali ke aktivitas masing-masing.

Menariknya, meski keluarga inti Pewarta Iskandar berasal dari Jombang, tradisi berkumpul di Kediri tetap terjaga sebagai bentuk penghormatan terhadap garis keluarga dan nilai-nilai yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Sebagai seorang pewarta yang juga dituakan dalam keluarga, Pewarta Iskandar tidak hanya menjalankan peran jurnalistiknya, tetapi juga menjadi figur pemersatu yang menjaga harmoni serta nilai-nilai keagamaan di tengah keluarga besar.


Tradisi yang terus dilestarikan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan masih hidup dan terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Lebaran pun bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat ikatan batin yang tak lekang oleh waktu.

Pewarta: ifa