WwwIntegritasnews my id
Jawa Barat – Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak bangsa kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, implementasi di lapangan dinilai jauh dari harapan dan standar yang telah ditetapkan.
Penasehat media, Ali Kurnia alias Alex, menegaskan bahwa secara konsep, program tersebut merupakan langkah mulia yang patut diapresiasi. Namun, ia menyayangkan kondisi riil yang ditemukan di sejumlah titik pelaksanaan.
“Program ini sangat bagus, tujuannya jelas untuk mencerdaskan anak-anak kita. Tapi yang terjadi di lapangan justru berbeda jauh. Yang diterima anak-anak bukan makanan bergizi seimbang, melainkan porsi minim dengan kualitas gizi yang dipertanyakan,” tegas Alex kepada awak media.
Menurutnya, indikasi ketidaksesuaian tersebut terlihat dari menu yang disajikan. Ia mempertanyakan keberadaan protein hewani, sayur, hingga buah yang seharusnya menjadi komponen utama dalam standar makanan bergizi.
“Di mana protein hewaninya? Di mana sayur dan buahnya? Ini bukan sekadar soal kenyang, tapi soal kualitas gizi untuk tumbuh kembang anak,” lanjutnya dengan nada kritis.
Alex juga mengingatkan agar program yang memiliki niat baik ini tidak ternodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa kesehatan generasi penerus bangsa tidak boleh dijadikan objek permainan.
“Jangan sampai program mulia ini dicoreng oleh oknum. Jangan main-main dengan kesehatan anak-anak. Ini menyangkut masa depan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kemungkinan adanya masalah dalam tata kelola program, baik dari sisi distribusi anggaran maupun pelaksana teknis di lapangan.
“Kalau memang tidak sanggup menjalankan sesuai standar anggaran dan aturan, lebih baik jangan dipaksakan. Ini bukan proyek biasa, ini menyangkut hak anak-anak,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alex juga melontarkan pertanyaan kritis yang ditujukan kepada pihak terkait, khususnya dalam agenda wawancara mendatang.
“Program ini kan sangat bagus. Tapi kenapa realita yang diterima anak-anak jauh dari kata sehat dan bergizi? Apakah ada yang dipotong di tengah jalan atau pengelolanya memang tidak profesional? Anak-anak berhak mendapatkan yang terbaik,” ucapnya.
Ia memastikan bahwa insan pers tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan awal.
“Wartawan akan terus kawal ketat. Kami ingin memastikan bahwa apa yang ada di atas kertas benar-benar sama dengan yang tersaji di piring anak-anak,” pungkasnya.
Sorotan ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari konsep dan perencanaan, tetapi juga dari konsistensi implementasi di lapangan. Evaluasi menyeluruh pun diharapkan segera dilakukan agar tujuan mulia menciptakan generasi sehat dan cerdas tidak sekadar menjadi wacana.
Pewarta Alex
