Www integritasnews my id, Surabaya 6 JUNI 2025-
Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, ia adalah momentum spiritual yang mengajak kita menelusuri jejak ketulusan, pengorbanan, dan keimanan sejati. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian sibuk, hadirnya Idul Adha 1446 Hijriah menjadi penyejuk hati dan pengingat abadi tentang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menggugah jiwa.
Di Surabaya, tepatnya di kawasan Tandes, gema takbir mulai menggema sejak malam 10 Dzulhijjah. Masjid Thoyiba — sebuah masjid yang menjadi sentra keagamaan dan persaudaraan warga — kembali bersinar menyambut Idul Adha. Tahun ini, suasana terasa lebih khidmat dan penuh berkah. Jamaah berdatangan dengan hati penuh syukur, menanti pelaksanaan salat Id dan khutbah yang disampaikan oleh sang imam yang dikenal luas karena keluhuran ilmunya dan kehangatan tutur katanya.
Khutbah yang Menyentuh Kalbu
Pada pagi yang sejuk dan cerah itu, halaman Masjid Thoyiba dipenuhi ratusan jamaah. Sang imam, dengan suara yang tenang namun menggetarkan hati, menyampaikan khutbah luar biasa tentang makna sejati pengorbanan. Beliau mengajak umat untuk merefleksikan kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya semata-mata demi menaati perintah Allah SWT. Sebuah ujian keimanan yang tiada tanding, namun di baliknya tersimpan hikmah yang sangat dalam.
“Sahabat-sahabatku sekalian,” tutur sang imam, “hari ini bukan hanya tentang hewan yang disembelih. Ini adalah tentang ego yang ditundukkan, tentang hati yang dilembutkan, dan tentang cinta kepada Allah yang diutamakan melebihi segalanya.”
Beliau pun mengingatkan bahwa pengorbanan masa kini tidak melulu berbentuk materi, melainkan juga kesediaan untuk berbagi waktu, perhatian, dan kepedulian terhadap sesama. Betapa masyarakat Tandes diingatkan untuk saling menguatkan, membantu tetangga yang kesusahan, dan mempererat ukhuwah islamiyah.
Kebersamaan di Hari Raya
Usai salat dan khutbah, panitia kurban Masjid Thoyiba mulai melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang telah dikumpulkan dari warga. Tahun ini, jumlahnya meningkat — pertanda bahwa semangat berkurban semakin tumbuh. Daging kurban pun dibagikan secara adil dan menyeluruh kepada warga, tak hanya yang hadir di masjid tetapi juga yang tak mampu datang.
Suasana penuh haru dan gembira terasa di setiap sudut Tandes. Anak-anak berlarian membawa kantong daging, para ibu saling bersapa dan berbagi resep olahan daging kurban, sementara para bapak duduk bersila menyaksikan prosesi kurban sambil bercengkerama. Masjid Thoyiba menjadi pusat kehangatan, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai ruang silaturahmi dan kebersamaan.
Doa dan Harapan
Di penghujung hari, doa-doa dipanjatkan. Semoga semangat Idul Adha ini membekas dalam jiwa, bukan hanya untuk sehari, melainkan menjadi pedoman sepanjang hayat. Semoga masyarakat Tandes terus hidup dalam harmoni, dengan semangat gotong royong dan cinta kepada Allah SWT sebagai fondasi utama.
Semoga Masjid Thoyiba senantiasa menjadi pelita bagi umat, dan imamnya diberi kesehatan serta kekuatan untuk terus membimbing umat dengan ilmu dan keteladanan. Dan semoga Idul Adha 1446 H ini menjadi Idul Adha yang penuh berkah, suka cita, dan peningkatan iman bagi seluruh warga Tandes, Surabaya, dan seluruh umat Islam di dunia.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Hormat saya, Ifa Advokat & Pemilik Media Integritasnews.my.id


