Grebek Sumber 2025: Menyambut Kearifan Lokal dan Pesona Alam di Wisata Banyu Biru, Pasuruan


Www integritasnews my id

PASURUAN , Sabtu,19 Juli 2025  - Akan menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Pasuruan dan sekitarnya. Bertempat di Pemandian Alam Banyu Biru, Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan akan menggelar sebuah perhelatan budaya yang sarat makna: Grebek Sumber 2025. Acara ini dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dan dipastikan menyuguhkan ragam atraksi budaya, tradisi lokal, dan hiburan merakyat yang menggugah rasa ingin tahu para wisatawan.

Grebek Sumber bukan sekadar pesta rakyat biasa. Ia adalah simbol penghormatan terhadap alam, khususnya sumber mata air yang menjadi denyut kehidupan warga sekitar. Dihelat di kawasan Wisata Banyu Biru—sebuah destinasi legendaris yang dikenal dengan pemandian alamnya yang jernih dan mitos keberadaannya acara ini diproyeksikan menjadi daya tarik budaya sekaligus promosi wisata unggulan Kabupaten Pasuruan.

Panggung Tradisi dan Kebanggaan Lokal


Acara akan dibuka dengan pertunjukan marching band yang memeriahkan suasana sejak pagi hari, diikuti dengan penampilan seni bela diri dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yang menjadi simbol kekuatan, ketertiban, dan nilai luhur pencak silat Nusantara. Tak ketinggalan pula atraksi budaya khas daerah seperti "meberot", yang diyakini sebagai bagian dari ritual budaya lokal untuk menyucikan sumber air dan menjaga harmoni dengan alam.


“Kami ingin mengangkat kembali tradisi leluhur yang mulai terlupakan sekaligus mengenalkan keindahan alam Banyu Biru kepada generasi muda dan wisatawan luar daerah,” ujar Kepala Desa Sumberejo, dalam keterangan resminya kepada Integritasnews.my.id.


Wisata Alam yang Sarat Nilai Sejarah

Banyu Biru bukan hanya tempat untuk berenang. Pemandian alami ini telah lama menjadi situs yang diyakini menyimpan nilai-nilai spiritual dan historis. Airnya yang biru kehijauan dan jernih dipercaya memiliki khasiat menyegarkan raga dan menenangkan jiwa. Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, tempat ini hadir sebagai oase alami yang menawarkan keheningan dan refleksi.


Tak sedikit pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati sejuknya air alami, tetapi juga untuk menyimak kisah-kisah mistis dan legenda yang menyelimuti kawasan ini. Hal inilah yang membuat Banyu Biru memiliki daya tarik unik: perpaduan antara alam, budaya, dan spiritualitas.

Dorongan Pariwisata dan Ekonomi Warga

Pemerintah Desa Sumberejo bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Winongan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan berharap acara Grebek Sumber dapat menjadi agenda tahunan sekaligus pintu masuk bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga lokal, seperti pedagang UMKM, pengrajin, dan pelaku seni tradisional.

“Wisata bukan hanya soal destinasi, tapi juga cerita. Banyu Biru punya semua itu keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Grebek Sumber adalah upaya konkret mengemasnya menjadi daya tarik yang bisa dinikmati semua kalangan,” tambah perwakilan Dinas Pariwisata.

Ajak Wisatawan Hadiri dan Ikut Lestarikan

Grebek Sumber 2025 diharapkan menjadi titik temu antara tradisi dan pariwisata modern. Panitia mengundang masyarakat Pasuruan, wisatawan lokal maupun luar daerah, serta pecinta budaya untuk hadir dan merasakan langsung pesona Banyu Biru dalam balutan nuansa sakral dan meriah.

Bagi yang ingin merasakan suasana pedesaan yang asri, air alami yang menyegarkan, dan pertunjukan budaya yang otentik, Grebek Sumber 2025 adalah jawabannya.


Datang dan saksikan sendiri keindahan Pemandian Alam Banyu Biru di Desa Sumberejo—sebuah mutiara tersembunyi di jantung Pasuruan yang kini mulai bersinar kembali lewat sentuhan budaya dan semangat gotong royong warganya.

(Ifa)