Www integritasnews my id
Gresik – Mendukung program Monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) Musim Tanam II (MT-II) Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik bersama Kelompok Tani (Poktan) Indro dan Babinsa Koramil 0817/15 Bungah melaksanakan kegiatan tanam padi bersama di lahan pertanian seluas ±57,25 hektare yang berlokasi di Dusun Indro, Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Rabu (30/7/2024).
Kegiatan strategis ini turut dihadiri Direktur Pelindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Bapak Ardi Praptono, S.P., M.Agr., didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., serta berbagai elemen pemerintahan, TNI, dan masyarakat petani setempat.
Acara dimulai saat kedatangan para undangan rombongan pejabat pusat dan daerah tiba di lokasi, dan secara simbolis dilakukan tanam padi bersama di lahan pertanian milik Poktan Indro. Terlibat aktif dalam kegiatan ini, Babinsa Indrodelik Serka Tugianto bersama jajaran TNI lainnya memberikan pendampingan langsung di lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Camat Bungah M. Izzul Muttaqin, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di wilayahnya, serta menyambut baik sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani sebagai kekuatan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., menjelaskan bahwa target LTT di Gresik telah melampaui angka nasional, yakni mencapai 5.150 hektare dari target 5.146 hektare. Ia juga menyampaikan harapan agar kebersamaan dan kerja sama antara petani, penyuluh, dan TNI dapat terus ditingkatkan untuk menjaga produktivitas pertanian.
Sementara itu, Direktur Pelindungan Tanaman Pangan Kementan RI, Bp. Ardi Praptono, S.P., M.Agr., dalam arahannya menekankan pentingnya pendampingan oleh TNI, khususnya Babinsa, sebagai penggerak dan motivator bagi petani di daerah. Ia juga membuka ruang komunikasi langsung bagi petani dalam mengajukan bantuan seperti irigasi, alat mesin pertanian (Alsintan), benih, hingga pompa air, sesuai dengan Inpres No. 02 Tahun 2025 yang tengah digalakkan dengan alokasi anggaran nasional ±12 triliun rupiah.
Kegiatan tanam padi bersama ini ditutup dengan sesi foto bersama dan tanya jawab, di mana para petani menyampaikan kebutuhan riil seperti normalisasi DAM, permintaan alat Combain dan Hand Traktor, serta pengadaan pompa air elektrik untuk mendukung ketersediaan air lahan pertanian di Desa Indrodelik.
Dengan adanya pendampingan aktif dari Babinsa serta dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga daerah, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(Pen0817).
(Ifa)
