Karnaval di Tumpangsari Mojokerto Ricuh, Tawuran Warnai Perayaan


Integritasnews.my.id | Pewarta: Ifa | Minggu, 24 Agustus 2025

Mojokerto – Suasana semestinya penuh suka cita dalam gelaran karnaval di Desa Tumpangsari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu (24/8/2025), mendadak berubah ricuh. Karnaval yang awalnya dipadati masyarakat dari berbagai penjuru itu justru berujung pada insiden tawuran yang mencoreng kemeriahan acara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pewarta, keributan tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar cepat di media sosial. Dalam rekaman singkat itu terlihat massa yang semula mengikuti jalannya karnaval terlibat saling dorong hingga bentrok fisik. Beberapa pemuda tampak saling lempar, membuat suasana semakin kacau dan menimbulkan kepanikan warga yang hadir.

Warga sekitar yang menjadi saksi mata mengaku sangat menyayangkan insiden tersebut. Menurut mereka, karnaval yang seharusnya menjadi ruang silaturahmi dan hiburan masyarakat justru ternodai oleh ulah segelintir oknum yang tidak mampu menahan diri. "Sayang sekali, harusnya ini jadi tontonan meriah, malah bikin takut anak-anak," tutur salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia maupun aparat kepolisian setempat mengenai jumlah korban maupun penyebab pasti pecahnya tawuran tersebut. Namun, kehadiran aparat keamanan di lokasi disebutkan berhasil meredam situasi sehingga kericuhan tidak meluas lebih jauh.


Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat karnaval adalah bagian dari tradisi masyarakat dalam merayakan momen kemerdekaan Republik Indonesia. Aparat diharapkan segera melakukan evaluasi serta mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Masyarakat Tumpangsari dan sekitarnya berharap, momentum pesta rakyat seperti karnaval bisa kembali menjadi ruang ekspresi budaya yang aman, tertib, dan memberi kegembiraan, bukan malah memicu keributan.


👉 “Redaksi Integritasnews.my.id menegaskan bahwa pemberitaan ini hanya sebatas laporan kejadian di lapangan, dan masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.”