Revolusi Rakyat Semesta di Depan DPR: Satu Pendemo Ojol Meninggal Dunia Diduga Tertabrak Kendaraan Brimob


Jakarta, Integritasnews.my.id – Pewarta Ifa.

Aksi massa bertajuk Revolusi Rakyat Semesta yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis malam (28/8/2025), memunculkan kabar duka. Seorang peserta aksi dari kalangan ojek online (ojol) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tertabrak kendaraan taktis milik Brimob Polri saat terjadi kericuhan.

Informasi yang beredar luas di media sosial, termasuk laporan saksi mata sesama ojol, menyebutkan korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Awalnya, korban dibawa ke RSCM, namun kemudian dikonfirmasi meninggal dunia di RS Pelni, KS Tubun, Jakarta Barat, sekitar pukul 21.36 WIB.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun… telah gugur kawan kita pejuang jalanan, rekan ojol yang tertabrak mobil Brimob. Semoga almarhum husnul khotimah,” tulis akun media sosial urfvhome yang pertama kali mengabarkan peristiwa tersebut.


Tegangnya Aksi dan Bentrok Massa

Pantauan di lapangan, aksi yang awalnya berlangsung damai sejak siang hari berubah tegang menjelang malam. Ribuan massa yang terdiri dari buruh, mahasiswa, ormas, serta pengemudi ojol berhadapan dengan aparat kepolisian yang berjaga ketat. Suasana kian panas ketika barikade kawat berduri dan pagar beton dipenuhi desakan massa.

Letupan gas air mata, suara sirene, hingga laju kendaraan taktis membuat situasi kian kacau. Sejumlah pendemo terjebak dalam dorongan massa dan kendaraan. Diduga, dalam situasi inilah seorang ojol nahas menjadi korban tabrakan.

Seorang rekan ojol yang enggan disebut namanya mengaku melihat langsung kejadian itu.

 “Dia jatuh, lalu ada mobil taktis yang jalan kencang. Kami teriak, tapi sudah terlambat. Korban sempat masih bergerak, lalu dibawa ke rumah sakit. Tapi akhirnya meninggal,” ungkapnya dengan suara bergetar.


Tagar Duka dan Solidaritas

Kabar meninggalnya pendemo ojol langsung viral di media sosial. Tagar #RIPOjolIndonesia, #SelamatJalanPejuang2025, dan #PanjangUmurPerjuangan menghiasi lini masa dengan ratusan ribu tayangan dalam waktu singkat.

Banyak warganet menyampaikan belasungkawa sekaligus kemarahan. Sejumlah organisasi ojol menilai korban gugur sebagai “martir perjuangan rakyat” yang menuntut perubahan.

“Korban adalah simbol perlawanan rakyat kecil. Nyawa melayang karena ketidakadilan. Perjuangan harus diteruskan,” tulis sebuah akun komunitas ojol.


Tuntutan Investigasi Transparan

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tabrakan tersebut. Namun, berbagai elemen masyarakat sipil mendesak agar dilakukan investigasi transparan dan independen.


“Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan. Ada potensi pelanggaran prosedur pengamanan massa. Negara wajib menjelaskan secara terbuka, jangan sampai ada impunitas,” tegas salah satu pengamat hukum HAM.


Duka, Amarah, dan Tekad Perlawanan

Aksi Revolusi Rakyat Semesta kini memasuki babak baru dengan jatuhnya korban jiwa. Ratusan peserta aksi yang masih bertahan di sekitar DPR menggelar doa bersama, menyalakan lilin, dan meneriakkan yel-yel perjuangan.

“Selamat jalan, kawan! Panjang umur perjuangan rakyat!” terdengar pekik massa dengan mata berkaca-kaca.

Malam itu, di tengah bau gas air mata yang masih menyengat, suara solidaritas menggema: “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”


Integritasnews.my.id – Pewarta: Ifa