IntegritasNews.my.id – Pewarta Ifa
Isak tangis dan doa mengiringi langkah kaki ratusan driver ojek online (ojol) dan warga yang sejak pagi hari telah memadati jalan menuju pemakaman. Mereka mengantar kepergian Affan Kurniawan, seorang pejuang rakyat kecil yang meregang nyawa usai dilindas kendaraan taktis Brimob dalam aksi demonstrasi menuntut keadilan di depan Gedung DPR RI.
Suasana haru bercampur amarah menyelimuti prosesi penghormatan terakhir. Bendera hijau-putih ojek online berkibar di sepanjang iring-iringan, menjadi saksi bisu bahwa perjuangan Affan bukanlah perjuangan seorang diri. Ia pergi meninggalkan keluarga, sahabat, dan rekan seperjuangan, namun semangatnya akan terus hidup di dada para pejuang keadilan.
“Kami kehilangan saudara kami. Affan bukan sekadar driver ojol, tapi pejuang yang berani menyuarakan suara rakyat. Kepergiannya luka mendalam bagi kami semua,” ungkap salah satu rekan Affan dengan mata berkaca-kaca.
Jenazah Affan disambut penuh hormat, bukan hanya sebagai korban, melainkan sebagai simbol bahwa rakyat kecil yang gugur tidak akan pernah dilupakan. Tangisan ibu-ibu, doa dari ayah-ayah, serta teriakan lantang rekan-rekan seperjuangan menjadi lantunan terakhir yang mengantar almarhum ke peristirahatan abadi.
Namun di balik duka yang mendalam, tersimpan bara semangat yang tak akan pernah padam. Kepergian Affan menjadi pengingat pahit bahwa perjuangan rakyat untuk keadilan seringkali dibayar dengan darah dan nyawa.
“Affan telah tiada, tapi suara dan keberanianmu akan terus kami gaungkan. Perjuanganmu adalah warisan yang tak akan kami biarkan sirna,” tegas seorang warga yang ikut mengantar jenazah.
Selamat jalan Affan Kurniawan. Namamu akan tetap tercatat sebagai bagian dari sejarah perlawanan rakyat. Semoga Allah menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Doa kami menyertaimu. Perjuanganmu tak akan pernah kami lupakan.
(Ifa)

