Integritasnews.my.id |
Kampar, Riau — Kabar duka datang dari perantauan. Seorang pria asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bernama Suryono, dikabarkan meninggal dunia secara tragis akibat menjadi korban pembunuhan di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Peristiwa memilukan itu menyisakan luka mendalam, terlebih korban diketahui tidak memiliki sanak keluarga di Riau. Seluruh keluarganya berada di Mojokerto, Jawa Timur. Ironisnya, hingga kabar ini diturunkan, belum ada pihak keluarga yang mengetahui secara langsung kabar duka tersebut.
Dikebumikan di Tanah Perantauan
Sumber informasi di lapangan menyebutkan, jenazah Suryono telah dimakamkan di TPU Desa Kasikan, Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Proses pemakaman dilakukan oleh warga setempat dan aparat desa karena tidak ada keluarga yang mendampingi.
“Korban sudah dikebumikan di Desa Kasikan. Kami turut prihatin, sebab almarhum tidak ada keluarga di sini. Semua keluarganya ada di Mojokerto,” ungkap salah seorang warga.
Kabar ini diharapkan segera sampai kepada keluarga besar Suryono yang tinggal di Mojokerto agar mereka mengetahui bahwa kerabat mereka telah berpulang.
Misteri di Balik Kasus Pembunuhan
Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Suryono. Informasi sementara menyebutkan korban diduga menjadi sasaran tindak kriminal di wilayah Tapung Hulu. Namun motif serta pelaku pembunuhan masih dalam tahap pendalaman.
Tragedi ini kembali menyoroti maraknya kasus tindak kriminal di daerah pedalaman, terutama yang menimpa para perantau yang bekerja jauh dari keluarganya.
Pesan Kemanusiaan
Atas peristiwa ini, diharapkan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas mengungkap kasus pembunuhan Suryono, serta memberi rasa keadilan bagi korban yang telah meregang nyawa secara mengenaskan.
Selain itu, warga Jawa Timur khususnya Mojokerto diminta untuk membantu menyebarkan informasi ini agar pihak keluarga Suryono mengetahui kabar duka yang sesungguhnya.
“Semoga keluarga di Mojokerto segera mendapat kabar ini. Kami semua di sini hanya bisa mendoakan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap seorang tokoh masyarakat di Desa Kasikan.
Penutup
Kematian Suryono bukan hanya meninggalkan duka, tapi juga menjadi peringatan bahwa masih banyak perantau yang rentan menjadi korban tindak kekerasan. Kini, tugas utama adalah menyampaikan kabar duka ini kepada keluarga di Mojokerto, serta menuntut aparat agar mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.
Semoga arwah almarhum tenang, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.


