Warga Pertanyakan Transparansi Proyek Saluran di Tambak Wedi Tengah Surabaya


Integritasnews.my.id | Pewarta: Ifa | Surabaya – Senin, 25 Agustus 2025

Proyek pembangunan saluran air di Jalan Tambak Wedi Tengah 5, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, menuai sorotan warga. Pasalnya, pengerjaan saluran yang menggunakan konstruksi U-Ditch tersebut tidak dilengkapi papan informasi proyek sebagaimana ketentuan umum pekerjaan konstruksi pemerintah.

Ketiadaan papan proyek membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai sumber anggaran, besaran biaya, hingga pihak kontraktor pelaksana. Hal itu dinilai penting agar masyarakat bisa turut melakukan pengawasan, sehingga penggunaan dana publik benar-benar sesuai peruntukannya.

“Kalau proyek di wilayah kami, harus jelas siapa yang mengerjakan dan dananya dari mana. Kami sebagai warga juga punya hak untuk memantau agar hasilnya sesuai harapan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (24/8/2025).

Ia juga menilai kualitas pekerjaan patut dipertanyakan. Pemasangan saluran air terlihat dikerjakan sembarangan, bahkan dilakukan saat masih ada genangan air di lubang galian. “Seharusnya air dikeringkan dulu sebelum pemasangan U-Ditch. Kalau dipasang begitu saja jelas tidak sesuai prosedur,” tambahnya.

Pantauan langsung wartawan Integritas News di lokasi, benar adanya bahwa pekerjaan terkesan asal-asalan. Box culvert dipasang tanpa perataan tanah yang maksimal, bahkan tidak menggunakan material pengikat seperti semen untuk memperkuat konstruksi. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan dalam waktu dekat, sehingga manfaat proyek tidak bisa dirasakan secara optimal.

Menanggapi hal itu, Camat Kenjeran, Yuri Widarko SH, ketika dikonfirmasi hanya memberikan jawaban singkat. “Matur nuwun mas, informasinya segera saya teruskan ke PPK untuk ditindaklanjuti,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait termasuk pelaksana proyek maupun PPK yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi terkait teknis pekerjaan serta alasan tidak adanya papan nama proyek.

Masyarakat berharap pemerintah kota maupun instansi teknis segera melakukan evaluasi terhadap proyek ini. Transparansi dan kualitas pekerjaan harus dijamin, agar dana pembangunan yang bersumber dari rakyat tidak sia-sia.