Integritasnews.my.id, Jakarta — Sebuah karya musik kembali mengguncang jagat dunia maya dan masyarakat Indonesia. Lagu berjudul “Indonesia Berduka” ciptaan Serli Napitu, seorang songwriter muda tanah air, kini tengah menjadi sorotan karena syairnya yang begitu menyayat hati namun sarat akan semangat perjuangan.
Dalam bait-bait lagu tersebut, Serli dengan lantang menyinggung perihal sejarah perjuangan rakyat Indonesia yang dahulu mengangkat bambu runcing melawan penjajah, berkorban darah dan air mata demi meraih kemerdekaan. Namun kini, ia menyoroti kenyataan pahit: rakyat masih menghadapi kesenjangan, kemiskinan, dan rasa ketidakadilan di tengah negeri yang katanya sudah merdeka.
“Indonesia ku, oh tanah pusaka, rakyat menangis di tengah luka. Yang kaya tertawa di tahta, yang miskin tertindas tanpa suara…”
Syair-syair pedih tersebut seakan menjadi cermin kondisi bangsa saat ini. Gedung-gedung megah menjulang di pusat kota, namun di sisi lain, rakyat kecil masih diminta bersabar dalam menghadapi getirnya hidup. Pekerja buruh meneteskan air mata, anak-anak bangsa kehilangan mimpi, sementara janji-janji kesejahteraan kerap hanya berhenti di kata-kata.
Lagu “Indonesia Berduka” tidak hanya mengisahkan derita, tetapi juga membakar semangat kebangkitan. Pesan kuat yang dibawa Serli adalah ajakan untuk kembali bersatu: rakyat, TNI, Polri, dan seluruh elemen bangsa bersama-sama menjaga Ibu Pertiwi.
Kehadiran lagu ini banyak diapresiasi publik karena mampu menyuarakan jeritan hati rakyat yang selama ini mungkin terabaikan. Tidak sedikit warganet menyebut karya Serli sebagai “nyanyian perlawanan moral” yang bisa membangkitkan kembali semangat gotong royong dan persatuan, persis seperti ketika bangsa ini dahulu berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Serli Napitu sendiri dalam karyanya tidak menuding individu maupun kelompok tertentu. Ia hanya mengajak masyarakat merenung, meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, serta berani menolak segala bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat.
“Lagu ini adalah suara hati. Bukan ajakan untuk bermusuhan, melainkan panggilan agar kita tidak lagi diam, agar kita bersama-sama menjaga bangsa ini dari mereka yang ingin merusak cita-cita kemerdekaan,” begitu pesan yang kerap dikutip dari para pendengar lagu ini.
Di tengah hiruk pikuk politik, isu korupsi, dan jurang kesenjangan sosial yang kian terasa, “Indonesia Berduka” hadir sebagai alarm kebangsaan. Lagu ini mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga merdeka dari belenggu ketidakadilan, kemiskinan, dan pengkhianatan terhadap rakyat.
Para pengamat budaya menilai, karya seperti ini penting untuk kembali menggelorakan semangat nasionalisme. Seni musik, yang lahir dari keresahan hati rakyat, dapat menjadi medium penyatu bangsa sekaligus pengingat bahwa Indonesia dibangun atas darah, air mata, dan doa jutaan pejuang.
Kini, lagu “Indonesia Berduka” mulai ramai diperbincangkan. Banyak pihak mendorong agar karya ini diviralkan, diperdengarkan di seluruh Nusantara, agar generasi muda menyadari bahwa perjuangan belum selesai.
Karya Serli Napitu adalah bukti nyata bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga senjata moral yang mampu menggugah kesadaran. Sebuah kreativitas anak bangsa yang lahir dari cinta pada tanah air, demi masa depan anak, cucu, dan cicit generasi penerus bangsa.
Integritas News Tayang: Senin, 29 September 2025
Pewarta ifa

