Kyai Jazir ASP Tegaskan Pentingnya Pendidikan Politik di Masjid
Integritasnews.my.id, Jum'at 12 September 2025, Yogyakarta – Wacana keterlibatan masjid dalam membangun kesadaran politik umat kembali mengemuka. Kali ini datang dari tokoh kharismatik, Kyai Jazir ASP, yang menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tidak bisa dilepaskan dari lahirnya pemimpin-pemimpin yang bertakwa, dan masjid seharusnya menjadi pusat lahirnya kepemimpinan tersebut.
Dalam sebuah pernyataannya yang terekam dalam video, Kyai Jazir dengan lantang menyebut bahwa larangan berbicara politik di masjid merupakan kesalahan fatal yang justru melemahkan umat.
“Ini kesalahan para pengurus masjid yang melarang bicara politik di masjid, sehingga orang masjid buta politik. Akhirnya kita kaya raya secara sumber daya, tapi rakyat tetap miskin karena tidak ada pemimpin yang benar,” ujarnya.
Indonesia, lanjut Kyai Jazir, bukan negara yang miskin sumber daya alam. “Kita punya emas, batu bara, gas, minyak. Tetapi kalau tidak ada pemimpin yang benar, rakyat tetap menderita,” tegasnya.
Kritik Tajam terhadap Larangan Politik di Masjid
Menurut Kyai Jazir, sikap sebagian pengurus masjid yang menutup ruang politik justru merugikan jamaah. Ia menilai, ketika masjid hanya menjadi tempat ibadah ritual tanpa membekali jamaah dengan wawasan politik, umat akhirnya menjadi “korban politik” sekaligus sekadar pendukung yang dijadikan alat oleh para politisi.
“Kalau ada pengurus masjid yang melarang bicara politik, saya dengar, saya pukul mulutnya. Itu penyebab rakyat Indonesia menderita,” kata Kyai Jazir dengan nada tegas, menggambarkan betapa seriusnya ia memandang masalah ini.
Pernyataan keras itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, ketika orang-orang baik tidak memahami politik, maka bangsa ini akan tersesat. Rakyat seperti anak ayam kelaparan di lumbung padi—berlimpah sumber daya namun tetap menderita.
Pemimpin Bertakwa, Jalan Kesejahteraan
Kyai Jazir menekankan bahwa kunci kesejahteraan rakyat adalah lahirnya pemimpin yang bertakwa. Ia mengingatkan doa yang kerap dibaca umat Islam dalam Al-Qur’an:
“Robbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun, waj’alna lil muttaqina imama.”
“Doa itu jelas, kita diminta Allah untuk menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Jadi umat Islam seharusnya sadar bahwa menjadi pemimpin itu kewajiban, bukan sekadar pilihan,” paparnya.
Bagi Kyai Jazir, masjid tidak cukup hanya melahirkan jamaah yang rajin ibadah, tetapi juga harus menjadi kawah candradimuka lahirnya pemimpin berintegritas, berilmu, dan bertakwa. Tanpa itu, rakyat akan terus terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan penderitaan, meski negeri ini kaya raya.
Seruan untuk Kebangkitan Politik Umat
Pernyataan Kyai Jazir ASP ini menjadi otokritik keras bagi umat Islam dan pengurus masjid di Indonesia. Ia menyerukan agar masjid kembali mengambil peran strategis dalam membimbing jamaah, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kesadaran sosial dan politik.
“Kunci kesejahteraan rakyat itu ada di masjid. Kalau masjid tidak memberikan pendidikan politik, maka rakyat ikut sengsara,” pungkasnya.
Catatan Tambahan
Kenapa UMMAT Islam dan juga ormas Islam selalu jadi KORBAN POLITIK atau dijadikan ALAT POLITIK?
Mari kita dengarkan sedikit paparan dari pengurus dan pengelola Masjid Agung Jogokariyan Yogyakarta.
Masjid Jogokariyan terletak di Jalan Jogokariyan No. 36, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Masjid ini dikenal dengan manajemennya yang humanis, inklusif, dan berbasis pelayanan jamaah, serta sering dijadikan tempat wisata religi oleh umat Islam karena nilai sejarah dan program sosialnya.
