Seruan Aksi di Kejaksaan Agung: Tangkap Silfester Matutina atau Copot Jaksa Agung ST Burhanudin

 


Www Integritasnews my id

Jakarta, Integritasnews.my.id – Gelombang keresahan publik terhadap penanganan kasus hukum kembali memuncak. Seruan aksi damai akan digelar pada Jum’at, 19 September 2025 pukul 13.30 WIB di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia (pintu belakang). Massa aksi mengusung satu tuntutan tegas: “Tangkap Silfester Matutina, atau Copot Jaksa Agung ST Burhanudin.”

Aksi ini menjadi akumulasi dari kekecewaan masyarakat sipil atas berlarut-larutnya penanganan hukum terhadap terpidana Silfester Matutina yang hingga kini belum ditangkap. Publik menilai, lambannya aparat hukum menindaklanjuti kasus ini telah merusak rasa keadilan dan mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi kejaksaan.


Tuntutan Menggema: Negara Tidak Boleh Kalah

Dalam seruan yang beredar, para penggagas aksi menegaskan lima poin utama:

1. Tangkap Silfester Matutina, atau Copot Jaksa Agung ST Burhanudin.

2. Negara tidak boleh kalah melawan terpidana Silfester Matutina.

3. Segera tetapkan status buron terhadap Silfester Matutina.

4. Rakyat muak, Silfester belum ditangkap.

5. Buru Silfester Matutina, meski bersembunyi hingga ke Solo.


Tuntutan ini bukan sekadar retorika. Gelombang aspirasi publik terus disuarakan di ruang digital dengan tanda pagar #TangkapSilfesterMatutina dan #AtauCopotJaksaAgung, menunjukkan bahwa kemarahan rakyat telah menjelma menjadi gerakan sosial yang luas.


Publik Menagih Ketegasan

Kegagalan institusi hukum dalam menuntaskan kasus ini dipandang sebagai preseden buruk. Bila terpidana yang jelas status hukumnya masih bebas berkeliaran, maka pesan yang sampai ke publik sangat berbahaya: hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

“Negara tidak boleh tunduk kepada seorang terpidana. Jika Kejaksaan Agung tidak mampu menuntaskan perkara ini, maka Jaksa Agung ST Burhanudin sebaiknya dicopot dari jabatannya,” tegas salah seorang orator dalam selebaran aksi yang diterima redaksi.


Aksi Selepas Sholat Jumat

Panitia aksi juga mengimbau peserta agar terlebih dahulu menunaikan ibadah Sholat Jumat, kemudian menuju lokasi dengan tertib. Sejumlah titik parkir di sekitar kompleks Kejaksaan Agung R.I. telah dipetakan untuk menghindari kemacetan.

Massa aksi menekankan bahwa gerakan ini akan digelar secara damai, namun tetap lantang menyuarakan aspirasi rakyat. Simbol perlawanan publik terhadap ketidakadilan akan ditunjukkan melalui poster, spanduk, serta orasi terbuka.


Tekanan Publik Semakin Menguat

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesabaran rakyat sudah berada di titik nadir. Setiap hari keterlambatan penangkapan Silfester Matutina menambah daftar panjang kekecewaan publik. Bahkan sebagian tokoh masyarakat menyebut, kegagalan penegakan hukum dalam kasus ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan total terhadap lembaga kejaksaan.

“Rakyat muak. Jangan sampai aparat hukum dianggap sekadar sandiwara. Jika terpidana tidak segera diamankan, maka wajar bila rakyat menuntut pencopotan Jaksa Agung,” demikian pernyataan sikap yang dibacakan koordinator aksi.


Integritas Hukum Dipertaruhkan

Gelombang protes ini menjadi pengingat keras bagi para penegak hukum. Hukum seharusnya berdiri tegak tanpa pandang bulu. Bila kejaksaan gagal bertindak cepat, bukan hanya kredibilitas institusi yang runtuh, melainkan juga marwah negara hukum yang dipertaruhkan.

Aksi hari Jumat hari ini diperkirakan akan menjadi salah satu momentum penting dalam peta perlawanan sipil terhadap praktik ketidakadilan. Suara rakyat kini terfokus pada satu seruan tajam: “Tangkap Silfester Matutina, atau Copot Jaksa Agung ST Burhanudin.”


🖊 Pewarta: Ifa

📌 Media: Integritasnews.my.id