Hari Anak Perempuan Internasional: Momentum Lindungi dan Berdayakan Generasi Hebat Indonesia


SURABAYA – Integritasnews.my.id

Setiap tanggal 11 Oktober, dunia memperingati Hari Anak Perempuan Internasional, sebuah momentum penting yang dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2012. Tahun ini, tepat 13 tahun perjalanannya (2012–2025), tema besar yang digaungkan adalah penguatan hak, perlindungan, serta pemberdayaan anak perempuan dalam menghadapi tantangan zaman modern.


Peringatan ini bukan hanya simbolis, tetapi seruan global untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap anak perempuan. Di Indonesia sendiri, isu ini masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah-wilayah dengan akses pendidikan dan ekonomi yang terbatas.


Ketimpangan yang Masih Mengakar

Meski kemajuan teknologi dan pembangunan terus berkembang, masih banyak anak perempuan Indonesia yang harus berhenti sekolah karena kemiskinan, pernikahan dini, atau norma sosial yang membatasi ruang gerak mereka.

Data UNICEF menunjukkan bahwa lebih dari satu dari sembilan anak perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun. Kondisi ini memperbesar risiko kekerasan dalam rumah tangga, gangguan kesehatan reproduksi, dan kemiskinan turun-temurun.

Selain itu, laporan Komnas Perempuan menyoroti peningkatan signifikan kasus kekerasan seksual dan eksploitasi terhadap anak perempuan, baik di ranah publik, privat, maupun dunia maya. Situasi ini menandakan bahwa perlindungan terhadap anak perempuan masih jauh dari ideal.


Pendidikan Adalah Senjata Paling Kuat

Para aktivis dan pemerhati anak menegaskan bahwa pendidikan adalah benteng utama perlindungan dan pemberdayaan anak perempuan.

Ketika mereka diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang, mereka tidak hanya membangun masa depan diri sendiri, tetapi juga menciptakan dampak sosial bagi komunitas dan bangsanya.

“Anak perempuan bukan objek belas kasihan, mereka adalah subjek perubahan. Saat diberdayakan, mereka bisa mengguncang dunia,” ujar Rini Kusumastuti, aktivis perlindungan anak di Surabaya, saat diwawancarai Integritasnews.my.id, Sabtu (11/10/2025).


Era Digital: Antara Peluang dan Ancaman

Kemajuan teknologi membawa dua sisi mata uang bagi anak perempuan. Di satu sisi, mereka kini lebih mudah mengakses informasi, belajar, dan menyalurkan kreativitas. Namun di sisi lain, ancaman cyberbullying, pelecehan daring, dan konten berbahaya juga meningkat tajam.

Karena itu, literasi digital dan pengawasan bijak dari orang tua serta lingkungan menjadi sangat penting agar anak perempuan mampu menggunakan teknologi dengan cerdas, aman, dan produktif.

Banyak anak perempuan muda kini justru tampil sebagai konten kreator edukatif, inovator sosial, dan penggerak komunitas, membuktikan bahwa perempuan muda bukan hanya penonton, tapi pelaku utama perubahan.


Seruan untuk Bangsa

Peringatan Hari Anak Perempuan Internasional tahun 2025 harus menjadi refleksi nasional bagi seluruh elemen bangsa.

Negara harus hadir dengan kebijakan yang berpihak, dunia pendidikan harus membuka ruang seluas-luasnya bagi anak perempuan untuk berprestasi, dan media harus terus menyuarakan kisah perjuangan mereka.

Karena di balik setiap anak perempuan yang tersenyum hari ini, tersimpan harapan besar untuk masa depan bangsa yang adil, beradab, dan berdaya.


📅 Hari Anak Perempuan Internasional

🗓️ 11 Oktober 2012 – 11 Oktober 2025

✍️ Pewarta: Ifa – Surabaya

📰 Media: Integritasnews.my.id

📍 “Ketika anak perempuan berani bermimpi, maka dunia akan berubah.”