Refleksi tajam seorang ayah bernama Mr. Nevy tentang makna pengorbanan dan harapan di masa tua
Surabaya, 25 Oktober 2025 Integritasnews.my.id –
Dalam dunia yang semakin sibuk dan individualistis, suara hati seorang ayah kembali menggema menyentuh banyak hati. Melalui tulisannya yang tajam dan penuh makna, Mr. Nevy, seorang ayah yang dikenal tegas namun bijak, menuturkan refleksi hidup tentang makna pengorbanan orang tua dan realita kehidupan anak-anak di masa kini.
“Jangan berharap pada anak-anak kita, setelah mengasuh, mendidik, dan membesarkan mereka,” ungkapnya dalam sebuah pesan yang kini ramai diperbincangkan di berbagai platform sosial.
Pesan ini bukan sekadar keluhan, tetapi sebuah renungan tajam tentang realita hidup yang sering diabaikan:
orang tua menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk anak-anak — sementara tidak semua anak memahami kedalaman cinta dan pengorbanan itu.
“Pengorbanan kita sebagai orang tua tidak akan mungkin anak-anak kita faham,” tulis Mr. Nevy.
“Setelah mereka tumbuh besar dan dewasa, mereka juga punya kehidupan sendiri...”
Kata-kata itu menampar kesadaran banyak orang tua — sekaligus membuka mata anak-anak muda agar tidak terjebak dalam kesibukan yang membuat mereka lupa pada sosok yang dulu berjuang membesarkan mereka tanpa pamrih.
Realita Zaman yang Berubah
Fenomena ini bukanlah hal baru, namun semakin terasa di tengah gaya hidup modern. Banyak orang tua kini hidup mandiri di usia senja, tanpa banyak bergantung pada anak-anaknya.
Sebagian memilih menyerahkan sepenuhnya harapan dan kebahagiaan pada takdir serta pertolongan Allah.
“Mari kita sebagai orang tua berharap pada Allah agar diberi kesehatan, bisa berjuang mempertahankan hidup sampai ajal menjemput,” tulisnya lagi dengan ketegasan yang lembut.
Ungkapan tersebut mencerminkan kemandirian spiritual dan kedewasaan jiwa seorang ayah yang ikhlas.
Bagi Mr. Nevy, anak bukan aset duniawi untuk hari tua.
Cinta dan doa adalah bentuk hubungan sejati yang tak perlu dibayar dengan balas jasa.
“Ingat... anak-anak kita bukanlah aset untuk kita di hari tua nanti. Bahagia dan sukses selalu untuk anak-anakku tersayang. Seorang bapak hanya punya aset: selalu dekat sama Allah.”
Pesan Moral untuk Generasi
Tulisan Mr. Nevy menjadi cambuk bagi generasi muda agar tidak melupakan akar kasih dan pengorbanan orang tua.
Dan bagi para orang tua, pesan ini menjadi peneguhan iman — bahwa kebahagiaan sejati bukan pada perhatian dunia, tetapi pada kedekatan dengan Sang Pencipta.
Dalam kesederhanaannya, kata-kata itu menjadi sebuah refleksi sosial yang tajam dan menyentuh nurani.
Bahwa menjadi orang tua adalah perjalanan suci tanpa imbalan, sementara menjadi anak yang berbakti adalah jalan menuju ridha Ilahi.
Integritasnews.my.id – Tepat, Lugas, Konsisten.
(Penulis: Pewarta IFA | Editor: Redaksi Integritas News)
