BATURAJA, Integritasnews.my.id – Rabu, 22 Oktober 2025
Waktu terus berjalan, usia kian bertambah, dan perlahan tubuh kehilangan kekuatannya. Dia yang dulu gagah di masa muda, kini kulitnya mulai mengeriput. Dia yang dahulu bergelimang harta, kini rambutnya mulai beruban. Dan dia yang pernah duduk di kursi kehormatan, kini pendengaran dan penglihatannya mulai berkurang.
Begitulah kehidupan. Allah Ta’ala memberikan umur panjang kepada sebagian hamba-Nya, namun sehebat apa pun masa muda seseorang, akhirnya usia akan menua.
Mari sejenak bertanya pada diri sendiri: Sudah berapa tahun kita hidup?
Jika usia telah melewati 60 tahun, maka kita termasuk golongan yang disebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:
“Umur umatku itu antara 60 sampai 70 tahun, dan sedikit orang yang melewati umur tersebut.”
(HR. At-Tirmidzi no. 3550, Ibnu Majah no. 4236, dihasankan oleh Syaikh Albani)
Hadis ini menjadi pengingat agar siapa pun yang telah mencapai usia tersebut semakin banyak mengingat kematian — karena ajal datang tanpa diundang.
๐ฟ Usia 40 Tahun: Waktu untuk Bersyukur dan Bertobat
Jika usia sudah 40 tahun, maka kita termasuk ke dalam orang-orang yang disebutkan dalam firman Allah:
“Dan apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa:
‘Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai, serta berilah aku kebaikan bagi anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’”
(QS. Al-Ahqaf: 15)
Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, seseorang yang telah mencapai usia 40 tahun berarti akal dan pemahamannya telah sempurna. Pada usia inilah seharusnya seseorang memperbarui tobat dan meneguhkan niat untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
๐ธ Uban dan Tanda-Tanda Lemah
Ketika uban mulai muncul di kepala, itu adalah tanda sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an:
“Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) kuat, lalu menjadikan (kamu) lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.”
(QS. Ar-Rum: 54)
Dan Allah juga mengingatkan dalam firman-Nya:
“Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu pemberi peringatan?”
(QS. Fathir: 37)
Menurut para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas dan Qatadah, yang dimaksud dengan “pemberi peringatan” dalam ayat tersebut adalah uban — tanda nyata bahwa usia semakin mendekati akhir.--
๐ญ Masih Merasa Muda?
Kita mungkin berkata, “Aku masih muda.” Namun, siapa yang bisa menjamin sisa umur masih panjang? Allah telah berfirman:
“Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati.”
(QS. Luqman: 34)
Kematian adalah rahasia Allah. Tak peduli muda atau tua, kaya atau miskin, semua akan menemui ajal pada waktunya.
๐ Mengisi Sisa Umur dengan Kebaikan
Sudah begitu banyak nasihat dan peringatan tentang pentingnya memperbaiki diri dan beramal salih. Karena, sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir rahimahullah saat menafsirkan surah Ali-Imran ayat 102:
“Peliharalah Islam saat keadaan sehat, agar kalian mati di atas Islam. Sesungguhnya Allah akan memperlakukan seseorang sesuai dengan kebiasaannya.”
Seseorang akan wafat sebagaimana ia hidup. Jika terbiasa dengan kebaikan, maka insya Allah akan meninggal dalam kebaikan pula.
Renungkanlah sisa usia yang masih Allah anugerahkan. Gunakan untuk memperbanyak amal, menebar manfaat, dan menyiapkan bekal menuju akhirat.
๐ Rabu, 22 Oktober 2025
๐ Reporter: Mas Sutasin, S.H
Editor: Redaksi Integritasnews.my.id
Sumber: Kajian Tafsir dan Hadis
