PRABOWO DAN PURBAYA BENTUK TIM AUDIT NASIONAL SUBSIDI BBM


Harga Dasar Pertalite Disebut Hanya Rp4.000/Liter — Publik Bertanya, Ke Mana Selama Ini Dana Subsidi Mengalir?

Jakarta, Integritasnews.my.id —

Langkah mengejutkan datang dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang resmi membentuk Tim Audit Nasional Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Keputusan ini disebut sebagai langkah strategis untuk membuka secara transparan alur penggunaan dana subsidi energi yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Sumber internal pemerintahan menyebutkan, hasil kajian awal menunjukkan bahwa harga dasar BBM jenis Pertalite ternyata hanya sekitar Rp4.000 per liter, jauh di bawah harga jual di pasaran saat ini. Temuan tersebut sontak memantik tanda tanya besar: ke mana sebenarnya dana subsidi BBM selama ini tersalurkan?

Langkah pembentukan tim audit ini dikabarkan akan melibatkan lintas lembaga, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan unsur independen dari kalangan akademisi serta ahli energi nasional. Tim tersebut diberi mandat langsung oleh Presiden Prabowo untuk mengurai secara tuntas struktur biaya, jalur distribusi, serta potensi penyimpangan dana subsidi yang selama ini menjadi misteri publik.

“Rakyat berhak tahu. Ini soal transparansi dan tanggung jawab negara terhadap uang rakyat,” ujar Purbaya dalam pernyataannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (18/10/2025).

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan menoleransi adanya kebocoran atau permainan di balik subsidi energi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Namun yang menarik, setelah isu audit ini mencuat ke publik, dua nama besar di lingkar ekonomi pemerintahan sebelumnya — Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia — mendadak jarang muncul di ruang publik.

Keduanya, yang selama ini dikenal vokal dan aktif mengomentari isu energi dan investasi, seolah memilih diam di tengah ramai sorotan terhadap kebijakan baru ini.

Fenomena tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat politik dan ekonomi.

Sebagian menilai, audit besar-besaran ini bisa menjadi pintu pembuka untuk mendeteksi adanya potensi tumpang tindih atau penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan subsidi energi di masa lalu.

Pakar ekonomi energi dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra Kusuma, mengatakan bahwa langkah audit ini sangat penting.

“Jika harga dasar Pertalite benar Rp4.000/liter, maka selisih dengan harga jual saat ini sangat besar. Itu artinya ada mekanisme yang harus dibongkar secara terbuka, jangan sampai publik terus dibebani oleh permainan di balik subsidi,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut positif langkah tegas ini. Di berbagai platform media sosial, tagar #AuditSubsidiBBM mulai ramai dibicarakan. Banyak netizen mendukung agar hasil audit diumumkan secara terbuka, tanpa pandang bulu siapa pun yang terlibat di balik kebijakan lama.

Sinyal perubahan arah kebijakan energi di bawah kepemimpinan Prabowo jelas terasa. Pemerintah tampaknya ingin memastikan bahwa subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi menjadi lahan gelap bagi kepentingan segelintir kelompok.

Audit nasional ini diperkirakan akan mulai bekerja efektif dalam dua minggu ke depan, dengan laporan awal dijadwalkan selesai dalam waktu tiga bulan.

Publik kini menanti hasilnya — apakah benar selama ini rakyat membayar lebih mahal untuk bahan bakar yang seharusnya jauh lebih murah?

Satu hal yang pasti, langkah Presiden Prabowo dan Menteri Purbaya membuka babak baru transparansi energi nasional.

Dan bila audit ini berhasil mengungkap fakta sebenarnya, sejarah bisa mencatat:

era “gelap” subsidi BBM akhirnya mulai disinari cahaya kebenaran.


Pewarta : ifa